Duh, GAPMMI Beberkan Penyebab Utama Pelaku Industri Mamin Belum Bisa Terapkan Praktik Industri 4.0

Oleh : Hariyanto | Senin, 12 April 2021 - 11:43 WIB

Adhi S Lukman-Ketua Asosiasi Gabungan Pengusaha Makanan Dan Minuman Indonesia
Adhi S Lukman-Ketua Asosiasi Gabungan Pengusaha Makanan Dan Minuman Indonesia

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indonesia terus mempersiapkan diri untuk menghadapi era Industri 4.0 sejak diluncurkannya inisiatif “Making Indonesia 4.0” oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin), yang mana industri makanan dan minuman (mamin) termasuk dalam lima industri prioritas bersama dengan tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, dan elektronik.

“Pemerintah sudah mulai melakukan upaya-upaya strategis untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing sektor mamin seiring dengan penerapan teknologi Industri 4.0, baik dari segi produksi maupun utilitas pabrik," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman dalam keteranganya yang dikutip INDUSTRY.co.id, Senin (12/4/2021).

Kesiapan industri dalam menerapkan Making Indonesia 4.0 pun terus diukur melalui Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0), yang menilai lima pilar utama yakni manajemen dan organisasi; sumber daya manusia dan budaya; produk dan layanan; teknologi; dan operasional pabrik.

Per tahun 2019, lanjut Adhi, terdapat sebanyak 323 perusahaan yang berpartisipasi dalam penilaian INDI 4.0 dan 39 di antaranya berasal dari industri mamin.

"Pada 2019, industri mamin mencapai 62% dari total skala penilaian INDI 4.0. Salah satu tantangan terbesarnya – yang jika berhasil diatasi akan mendongkrak hasil yang lebih baik – adalah ketersediaan penyedia teknologi yang dapat mendukung operasional industri dalam mengimplementasikan Industri 4.0," ujar Adhi.

Sebagian besar pelaku bisnis belum bisa sepenuhnya menerapkan praktik Industri 4.0.  Menurut Adhi, salah satu penyebab utamanya adalah keterbatasan teknologi yang tersedia saat ini, baik untuk perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software).

“Kurangnya penyedia teknologi yang andal di Indonesia membuat perusahaan harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan teknologi yang dibutuhkan dan ini bisa mengakibatkan hilangnya peluang secara signifikan. Membuka akses terhadap penyedia teknologi dari negara-negara lain seperti Singapura, Selandia Baru, Taiwan, Jepang, dan seterusnya akan sangat bermanfaat dalam mempercepat praktik Industri 4.0 bagi sektor mamin,” jelas Adhi.

Sudah bukan rahasia bahwa beberapa negara lain sudah mengembangkan teknologi-teknologi maju untuk mengimplementasikan Industri 4.0.

Salah satu negara tersebut yakni Selandia Baru, yang telah memanfaatkan perpaduan teknologi yang menggabungkan aspek fisik, digital, dan cyber-physical.

Badan penggerak inovasi Selandia Baru membuka peluang bagi para pelaku bisnis untuk memanfaatkan teknologi pintar (smart technology), dengan menawarkan beragam layanan "starter pack" untuk membantu menerapkan teknologi-teknologi baru tersebut, serta memahami berbagai manfaat yang bisa didapatkan.

Beberapa layanan yang ditawarkan seperti riset dan pengembangan (R&D) manufaktur, pelatihan lean manufacturing, pencetakan 3D, dan penggunaan robot industri. Penerapan Industri 4.0 tersebut memungkinkan sebuah negara untuk memaksimalkan sumber daya yang terbatas guna memenuhi volume produksi optimal, efisiensi, dan praktik yang aman.

Teknologi Industri 4.0 pada umumnya mengedepankan otomatisasi dan integrasi teknologi informasi – setiap bagian berintegrasi dengan bagian lainnya, memungkinkan sebuah proses pengambilan keputusan yang lebih baik, memitigasi risiko dan mencapai hasil yang ditargetkan seperti efisiensi, keamanan, dan konsistensi. Salah satu pilar Industri 4.0 adalah operasional pabrik, yang dapat secara langsung menunjang keseluruhan sistem.

Sebagai contoh, Industri 4.0 memungkinkan pabrik untuk melakukan pemeliharaan preventif guna mengurangi risiko downtime. Konektivitas data akan membantu mengidentifikasi kondisi dari setiap suku cadang, sehingga dapat diperbaiki atau diganti sebelum terjadi gangguan atau kerusakan.

Hal lain yang dapat dijadikan contoh adalah efisiensi listrik dan air yang juga dapat ditingkatkan karena teknologi dapat menghitung pasokan dan distribusi sumber daya berdasarkan kebutuhan dari masing-masing fasilitas pabrik – tidak seperti pada era terdahulu yang belum bisa mengontrol penggunaan sumber daya dengan baik. Hal ini pun sangat bermanfaat dalam mendukung upaya-upaya kebersinambungan lingkungan.

Dengan berbagai praktik baru yang muncul akibat pandemi COVID-19, operasional yang lebih aman menjadi semakin penting dan diperkirakan akan terus berlaku ke depannya.

Teknologi Industri 4.0 menghadirkan lebih banyak Human Machine Interface (HMI), yang memungkinkan satu orang operator dapat mengoperasikan beberapa mesin. Teknologi tidak hanya dapat memaksimalkan peran manusia, tetapi juga memungkinkan perusahaan untuk mengelola risiko di lapangan.

“Selain kontak manusia, HMI juga dapat membantu mengurangi kontak 'human-to-product', sehingga menghindari kontaminasi serta menjamin keamanan pangan dan kualitas yang lebih baik,” tambah Adhi.

Pengelolaan risiko, prakiraan bisnis, pemangkasan biaya yang tidak perlu, dan clean operation sudah menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi para pelaku bisnis di Indonesia, untuk meningkatkan kinerja industri guna mencapai daya saing global, baik dari segi harga maupun kualitas.

Beberapa tantangan yang masih perlu diperhatikan dalam mengimplementasikan Industri 4.0 adalah kesiapan sumber daya manusia untuk menghadapi evolusi industri ini, disamping tantangan teknis lainnya seperti keamanan siber (cyber security), infrastruktur internet, pasokan listrik di daerah terpencil, dan perbaikan pada ekosistem inovasi.

“Tujuan akhir dari optimalisasi praktik Industri 4.0 bagi industri mamin adalah menjadikannya sebagai industri unggulan, dalam menghadirkan produk-produk terjangkau dengan kualitas yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia dan mencapai daya saing global,” tutup Adhi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

 Prajurit Yontaifib 2 Mar Surabaya

Minggu, 09 Mei 2021 - 06:00 WIB

Prajurit Yontaifib 2 Marinir Tingkatkan Kemampuan Menembak

Dalam rangka mengasah kemampuan prajurit dalam menembak dan untuk mempererat tali silaturahmi di bulan Ramadhan, Prajurit Yontaifib 2 Mar dan prajurit Dinas Psikologi TNI Angkatan Laut berlatih…

Prajurit Resimen Bantuan Tempur 1

Minggu, 09 Mei 2021 - 05:30 WIB

Prajurit Menbanpur 1 Mar Berbuka 650 Takjil Sebagai Berkah Ramadhan

Dalam rangka berbagi kebaikan dalam Bulan Ramadhan ini, Prajurit Resimen Bantuan Tempur 1 Marinir (Menbanpur 1 Mar) membagikan takjil dan hidangan nasi kotak untuk berbuka puasa kepada Yayasan…

Nicholas Youwe

Minggu, 09 Mei 2021 - 05:00 WIB

Nicholas Youwe: Veronica Koman Anda Tidak Punya Hak Bicara Masalah Papu

Nicholas Youwe mengatakan, dalam kondisi sekarang sudah tidak ada lagi keraguan dari Pemerintah Republik Indonesia didalam membangun Papua. Karena itu, berbagai pihak yang selaku memprovokasi…

Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB)

Minggu, 09 Mei 2021 - 04:00 WIB

Pimpinan Kelompok Teroris OPM Tega Tipu Keluarga Sendiri

Kejahatan Kelompok teroris Organisasi Papua Merdeka (OPM) dinilai sudah dikenal sejak lama. Mulai dari membunuh guru, membantai warga, hingga membakar sekolah tempat anak-anak Papua belajar…

Ilustrasi Perumahan

Minggu, 09 Mei 2021 - 03:45 WIB

Tahu Kah Kamu! 70 Persen Milenial Lebih Pilih Beli Rumah Daripada Apartemen

Berdasarkan data portal properti Lamudi.co.id, sepanjang kuartal pertama 2021 ternyata 70 persen milenial lebih tertarik untuk membeli rumah daripada apartemen melalui daring. Rentan umur milenial…