Menteri Tjahjo: Jangan Jadikan Pandemi Sebagai Alasan ASN Tidak Produktif

Oleh : Herry Barus | Rabu, 01 Juli 2020 - 05:00 WIB

Ilustrasi ASN
Ilustrasi ASN

INDUSTRY.co.id - Jakarta– Wabah Covid-19 tidak boleh menjadi penghalang aparatur sipil negara (ASN) untuk bekerja secara profesional dan lebih produktif memberikan layanan kepada masyarakat. ASN sebagai pelayan masyarakat diharapkan tetap mampu menjalankan kewajibannya meskipun dalam kondisi pandemi covid-19.

“Rakornas ini harus melahirkan ide, gagasan, dan terobosan. Sesuai arahan Presiden RI, ASN harus lebih produktif dengan menerapkan protokol kesehatan. Jangan karena pandemi covid-19 menurun kinerjanya, menurun layanan masyarakatnya, namun harus tetap produktif,” ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo dalam acara Rakornas Pengembangan Kompetensi ASN, Lembaga Administrasi Negara (LAN), Selasa (30/06/2020).

Disampaikan jika pelayanan masyarakat tetap dilakukan namun dengan memperhatikan protokol kesehatan. Selain itu pembagian sistem kerja ASN dengan work from home dan work from office, diharapkan tidak mengurangi kualitas pelayanan yang diselenggarakan pemerintah.

Pemanfaatan teknologi juga menjadi salah satu alternatif ASN memberikan layanan di tengah pandemi, sehingga meminimalisir pertemuan tatap muka antar pemohon dan penyedia layanan. Tjahjo menegaskan jika literasi dan kultur digital perlu ditingkatkan dalam pengembangan kompetensi ASN. Mengingat saat ini telah memasuki era serba digital, serba otomatis, tidak selalu di kantor untuk bekerja, dan tidak selalu di pusdiklat untuk belajar.

Menteri Tjahjo menyampaikan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing menjadi kunci dalam menghadapi tantangan transformasi digital dimaksud, termasuk ASN. Untuk itu, pemerintah terus berupaya membangun Smart ASN yang berintegritas, profesional, dan kompeten, berdaya melayani serta menguasai IT dengan baik.

Pada pengembangan kompetensi ASN, menurutnya harus didasarkan pada kebutuhan instansi dan kebutuhan nasional yang dijabarkan dari prioritas pembangunan nasional yang terkandung dalam visi, misi, kebijakan, dan strategi sebagaimana Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang tertuang dalam Perpres No. 18/2020.

Pada kesempatan yang sama, Kepala LAN Adi Suryanto mengatakan birokrasi harus terus berjalan meski menghadapi situasi sulit seperti sekarang ini. Untuk itu, ia menilai saat ini merupakan momentum ASN untuk dapat mengembangkan kompetensi dan inovasi, bukan sebaliknya membuat ASN berdiam diri dan tidak melakukan aktifitas apapun.

“Bagaimana penularan Corona ini kita pinjam, sehingga semangat baru untuk mengeluarkan virus inovasi dalam membuat terobosan. Jika ingin menyebarkan inovasi-inovasi, bisa kita anggap seperti pandemi virus, asal ketemu orang akan terinspirasi untuk berinovasi, akan terinfeksi untuk berinovasi,” jelasnya.

Menurut Adi, selain pelayanan pada masyarakat, pengembangan dan kompetensi bagi ASN juga tidak boleh berhenti di masa pandemi. Keterbatasan yang ada dapat disiasati dengan menggunakan berbagai macam pendekatan dalam pengembangan kopetensi. Salah satu yang dikembangkan di LAN disebut flexible learning, yaitu pendekatan yang pembelajarannya dapat dilakukan secara lebih fleksibel, bisa dilakukan dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja.

Hal tersebut menjadi menarik karena sebelumnya pelatihan pengembangan kompetensi selalu dilakukan secara classical, dimana harus ada pertemuan tatap muka. Namun dengan terobosan flexible learning menjadi pilihan tepat sebagai literasi tanggap Covid-19 dengan pengembangan kompetensi yang memanfaatkan teknologi. Pembelajaran mikro mobil learning juga dikembangkan, dimana materi pembelajaran dengan target kompetensi yang spesifik disampaikan melalui video, melalui materi pendek.

“Mari bersinergi, jangan kalah dengan Covid-19. Covid-19 yang harus dikalahkan, kita harus bangkit kembali, harus membangun produktifitas kembali, kreatifitas, inovasi bahkan menurut saya ini momentum tepat bagi kita menemukan hal baru dalam cara kita mengembangkan kompetensi ASN,” pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Tenaga Medis Memeriksa Sampel darah Pasien

Rabu, 15 Juli 2020 - 18:17 WIB

Terus Bertambah! Yurianto: 80.094 Orang Positif COVID-19, Sembuh 39.050, Meninggal 3.797

Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (Gugus Tugas Nasional) mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 per hari ini Rabu (15/7) totalnya menjadi 80.094…

Ilustrasi lahan pertanian kekeringan (Foto Ist)

Rabu, 15 Juli 2020 - 18:00 WIB

Waspada Sejumlah Wilayah di Indonesia Alami Kekeringan Meteorologis

Berdasarkan hasil monitoring kejadian hari kering berturut-turut dan prediksi probabilistik curah hujan dasarian, terdapat indikasi potensi kekeringan meteorologis hingga 2 (dua) dasarian ke…

Menkeu Sri Mulyani

Rabu, 15 Juli 2020 - 17:20 WIB

Pesan Haru Menkeu Ke Karyawan DJP: Kita Jadi Tulang Punggung Negara Wajib Kerja Keras, Tapi Tetap Hati-hati, Sayangi Keluarga Anda, Jaga Mereka

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa situasii pandemi COVID-19 masih menimbulkan kekhawatiran angka penularan yang tinggi. Namun, sebagai salah satu institusi yang…

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita (dok INDUSTRY.CO.ID)

Rabu, 15 Juli 2020 - 17:10 WIB

Ditengah Pandemi, Menperin AGK Tegaskan Pemerintah Tetap Fokus Implementasikan Industri 4.0

Indonesia telah menyatakan kesiapan sektor manufaktur untuk bertransformasi ke arah era industri 4.0. Hal ini dibuktikan melalui peluncuran peta jalan Making Indonesia 4.0 sejak tahun 2018,…

Oracle

Rabu, 15 Juli 2020 - 17:00 WIB

Oracle Rilis Inisiatif Baru ‘Oracle Dedicated Region Cloud@Customer’

Didorong oleh permintaan pelanggan yang kuat, Oracle hari ini mengumumkan Oracle Dedicated Region Cloud@Customer, suatu sistem cloud pertama yang dirancang sesuai dengan wilayah dan dikelola…