Rektor Prof. Dr. Jony Oktavian Haryanto Jelaskan Bagaimana President University Menerapkan Kampus Merdeka

Oleh : Hariyanto | Minggu, 07 Juni 2020 - 12:14 WIB

President University Menerapkan Kampus Merdeka
President University Menerapkan Kampus Merdeka

INDUSTRY.co.id - Cikarang - Transformasi digital membawa dampak yang signifikan terhadap kerja dan pekerjaan, ekonomi inovasi, dan pemberdayaan individu. Akan ada banyak jenis pekerjaan dan peluang bisnis baru muncul mengikuti pemanfaatan teknologi yang masif saat ini.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Dikti Kemdikbud RI, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., dalam webinar “Operasionalisasi Kampus Merdeka dan Implikasinya” yang diadakan oleh Program Pascasarjana Bisnis Universitas Atmajaya bersama dengan Asosiasi Ilmu Administrasi Bisnis Indonesia pada Kamis (4/6/2020).

Mengutip penelitian oleh McKinsey&Company, sekitar 23 juta pekerjaan yang ada saat ini akan digantikan otomasi pada 2030. Hilangnya pekerjaan ini diikuti dengan peluang 10 juta pekerjaan baru yang belum pernah ada sebelumnya. “Bagaimana kita akan menyiapkan mahasiswa dengan kompetensi yang kita pun tidak tahu? Maka tidak bisa tidak kecuali kita mereformasi pendidikan tinggi kita,” ujar Nizam.

Ia menyebutkan pendidikan pada level individu menjadi sangat penting. Kembali pada esensi pendidikan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu menyiapkan insan merdeka yang berbudaya, dimana manusia mampu berdiri di atas kemampuan sendiri, tidak bergantung pada orang lain, dan mampu memilih masa depannya sendiri.

“Ini esensi pendidikan, bagaimana kita menyiapkan mahasiswa untuk mampu memimpin masa depannya sendiri. Masa depan individu sangat beragam. Tentu sangat salah jika kita membatasi mereka dalam frame satu prodi yang sangat sempit, sementara kompetensi yang mereka butuhkan lebih dari prodi mereka masing-masing,” tegasnya.

Untuk itu, link and match dengan industri menjadi faktor penting untuk menyiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang kompetitif di masa depan. Pembelajaran tidak terbatas di ruang kelas atau perpustakaan saja, kegiatan magang/praktik kerja, studi/proyek independen, pertukaran pelajar, mengajar di sekolah, dan proyek kemanusiaan dapat memperkaya pengalaman mahasiswa mulai dari ia memulai perkuliahan hingga lulus menjadi sarjana.

Senada dengan Nizam, Rektor President University, Prof. Dr. Jony Oktavian Haryanto, yang juga hadir sebagai pembicara mengungkapkan bahwa kerja sama dengan industri itu penting untuk mencetak lulusan-lulusan yang siap diserap dunia kerja.

Dalam kesempatan ini, Jony mengungkapkan bahwa konsep Kampus Merdeka telah diterapkan President University sejak lama. Target lulusan President University yang berkarya dengan pengembangan karakter, keterampilan, dan pengetahuan yang seimbang. Mahasiswa di President University merdeka dengan banyak pilihan sesuai minat melalui berbagai program di dalam maupun luar kampus.

Terkait kurikulum tahun 2020 di President University, Jony menjelaskan bahwa di tahun pertama, mahasiswa akan dihadapkan pada Integrative Survival Experience.

Mahasiswa akan mempelajari dan langsung mempraktikkan keterampilan yang dibutuhkan untuk mereka dapat bertahan menghadapi economic survival dan keterampilan yang dibutuhkan oleh industri, diantaranya yang menarik adalah pengetahuan mengenai big data sesuai dengan keterkaitan dengan program studi masing-masing.

Terlepas dari program studi yang dipilih, mahasiswa akan dihadapkan pada praktik kerja langsung, misalnya mahasiswa Bisnis Administrasi yang harus membuat bisnis atau mahasiswa Ilmu Komunikasi yang diminta membuat film pendek. “Dasarnya praktik dulu, teori sambil berjalan. Jangan teori dulu.” ungkap Jony.

“Di tahun kedua, kami lebih serahkan ke program studi masing-masing. Jadi di tahun kedua untuk mata kuliah program studi dan konsentrasi. Kami juga mengajarkan bahasa asing non-English karena jika bahasa Inggris, perkuliahan kami sudah menggunakan bahasa Inggris dari awal hingga akhir sehingga mereka sudah menguasainya.” lanjut Jony.

Di tahun kedua ini, terdapat juga kredit untuk kelas persiapan magang. Hal ini mengacu pada program wajib magang yang harus diambil mahasiswa pada tahun ketiga. Program magang wajib selama setahun ini akan disesuaikan dengan 3 pilihan karir yang tersedia, yaitu profesional, wirausahawan, atau akademisi, yang di awal tahun pertama telah mahasiswa diskusikan bersama dosen pembimbing akademisnya.

Program magang selama setahun ini akan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mahasiswa terhadap kebutuhan industri yang up-to-date. Selain itu, Jony mengungkapkan banyak mahasiswa President University yang telah ditawari bekerja oleh perusahan di akhir masa magang karena performanya yang baik.

Pengalaman magang mahasiswa juga dapat menjadi pembelajaran bagi universitas untuk mengetahui isu-isu actual yang dihadapi perusahaan (link and match industri dengan universitas).

Mendukung minat mahasiswa, President University memberikan pilihan tugas akhir berupa skripsi, studi/proyek independen, case writing, corporate project, dan lain-lain sesuai dengan jalan karir yang mahasiswa ingin tekuni.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Eksekutif Pusat Politik dan Sosial Indonesia (Puspolindo) Dian Cahyani

Selasa, 14 Juli 2020 - 11:16 WIB

Dosen Cantik Ini Sebut Tiga Kementerian Harus Dievaluasi Karena Kinerjanya Tidak Begitu Bagus

Jakarta - Aksi marah-marah yang dilakukan Presiden Joko Widodo dalam rapat kabinet pada 18 Juni 2020 lalu, masih hangat dibicarakan publik.

Menhan Prabowo Subianto dan Presiden Jokowi

Selasa, 14 Juli 2020 - 11:02 WIB

Amanat Presiden Jokowi, Prabowo Borong Sebanyak 500 Unit Rantis Maung Dari Pindad

komitmen pembelian 500 unit Maung tersebut merupakan pembelian tahap pertama. Artinya ada kemungkinan Prabowo akan membeli lebih banyak lagi.

Presiden Jokowi (ist)

Selasa, 14 Juli 2020 - 10:40 WIB

Alhamdulillah! Jokowi Bagi-bagi Bantuan Modal Kerja untuk Sejumlah UMKM, Segini Besarannya

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan bantuan modal kerja (BMK) kepada 60 pelaku usaha mikro, kecil, dan menegah (UMKM). Adapun setiap pedagang masing-masing mendapat bantua senilai Rp…

Chief Executive Officer Citi Indonesia, Batara Sianturi (paling kanan) dan Country Director HOPE worldwide Indonesia, Lily Salim (paling kiri) dalam Acara Penyerahan Donasi Secara Simbolis

Selasa, 14 Juli 2020 - 10:30 WIB

Citi Foundation Berikan Bantuan Senilai Rp2 Miliar untuk Penanganan COVID-19 di Indonesia

Citi Foundation kini menyalurkan bantuan untuk penanganan COVID-19 senilai lebih dari Rp 2 miliar (US$150,000). Bantuan tersebut akan disalurkan melalui HOPE worldwide Indonesia ke beberapa…

Dukungan Menuju Indonesia Cashless Society di Era New Normal

Selasa, 14 Juli 2020 - 10:15 WIB

Shopee: Pembayaran Digital Meningkat di Era New Normal

Shopee, platform e-commerce terdepan di Asia Tenggara dan Taiwan, melihat adanya peningkatan masyarakat Indonesia memilih opsi pembayaran digital dalam memenuhi kebutuhan harian secara online.