Mengangkat Masalah Tingkat Turnover Karyawan, Dosen Atma Jaya Ini Lulus Doktor dengan Predikat Sangat Memuaskan

Oleh : Kormen Barus | Selasa, 25 Februari 2020 - 05:13 WIB

Wibawa Prasetya, Dosen Fakultas Teknik Atma Jaya (kanan), berhasil meraih promosi doktor dari Universitas Negeri Jakarta, usai Sidang Senat Terbuka yang berlangsung di Kampus Universitas Negeri Jakarta, Senin (24/2/2020).
Wibawa Prasetya, Dosen Fakultas Teknik Atma Jaya (kanan), berhasil meraih promosi doktor dari Universitas Negeri Jakarta, usai Sidang Senat Terbuka yang berlangsung di Kampus Universitas Negeri Jakarta, Senin (24/2/2020).

INDUSTRY.co.id, Wibawa Prasetya,  Dosen Fakultas Teknik Atma Jaya, berhasil meraih promosi doktor dari Universitas Negeri Jakarta.  Pria Kelahiran Jogjakarta, 30 Juni 1962, itu, mengangkat disertasinya dengan judul: Pengaruh Adversity Quotient, Kepuasan Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Turnover Intention.

Sidang Senat Terbuka tersebut dihadiri oleh Promotor dan Dewan Penguji, yang berlangsung di Lantai 5, Gedung Bung Hatta, Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta, Senin (24/2/2020).

Komisi Promotor, yakni Prof. Dr. Maruf Akbar, M.Pd (Guru Besar Tetap Universitas Negeri Jakarta) dan Prof. Dr. Billy Tunas, M.Sc (Guru Besar Tetap Universitas Suryadarma Jakarta).

Sedangkan Dewan Penguji, terdiri dari Dr. Komarudin, M.Si, (Guru Besar Tetap Universitas Negeri Jakarta yang juga Rektor Universitas Negeri Jakarta); Prof. Dr. Nadiroh, M.Pd (Guru Besar Tetap Universitas Negeri Jakarta yang juga Direktur Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta); Prof. Dr. Hamidah, SE., M.Si (Guru Besar Tetap Universitas Negeri Jakarta yang juga Koordinator Program Studi Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia); Dr. Budi Santoso (Anggota Senat Universitas Negeri Jakarta); Dr. Henry Eryanto, M.Si (Anggota Senat Universitas Negeri Jakarta); dan Prof. Dr. Masydzulhak, M.M (Guru Besar Tetap Universitas Mercu Buana).

Dalam paparannya, doktor ke-4105 UNJ ini menjelaskan, bahwa sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor yang memegang peranan penting bagi jalannya suatu perusahaan. Secanggih apapun peralatan yang dimiliki perusahaan, sama sekali tidak akan menegasikan eksistensi sumber daya manusia, karena manusialah yang akan mengoperasikan peralatan yang dimiliki perusahaan.

Bahkan, sejumlah perusahaan, katanya, justru menganggap karyawan sebagai aset karena merekalah yang memegang peranan penting dalam keberhasilan perusahaan tersebut.

Dalam konteks itu, perusahaan sangat berkepentingan untuk mempertahankan karyawan agar tidak terjadi turnover karyawan.

Berdasarkan penelitian, permasalahan yang dihadapi oleh banyak perusahaan saat ini adalah tingkat turnover karyawan, yang dalam penelitian Wibawa, diketahui mencapai 18,46 persen. Turnover, sambungnya, disebabkan banyak hal, salah satunya adalah adversity quotient (AQ).

Perdefinisi, adversity quotient adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan permasalahan, mempertanyakan mengapa dan darimana permasalahan itu timbul, mengenali dan mengetahui akibat permasalahan yang dihadapi serta bagaimana kemampuan dan ketangguhan individu dalam upaya menyelesaikan permasalahan itu.

Sementara turnover intention adalah keinginan yang timbul dari diri seorang karyawan untuk meninggalkan perusahaan dan pekerjaannya untuk mencari pekerjaan yang lebih baik.

Keinginan untuk meninggalkan perusahaan nampak dalam bentuk perilaku seperti memikirkan untuk keluar, mencari alternatif pekerjaan lain, niat untuk keluar, absensi meningkat, malas bekerja, protes terhadap atasan, perilaku yang berbeda dari biasanya.

Ia menjelaskan, semakin tinggi skor adversity quotient, kepuasan kerja dan motivasi kerja, maka turnover intention semakin menurun.

Untuk menekan tingkat turnover mungkin perusahaan perlu memilih calon karyawan dengan tingkat adversity quotient yang tinggi sehingga akan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dan motivasi kerja, pada akhirnya turnover intention menurun.

Akan tetapi, dalam penerimaan karyawan baru, jelas Wibawa, sebuah perusahaan kerap kali hanya mempertimbangkan Intelegence Quotient (IQ) dan Emotional Quotient (EQ). Padahal, fakta memperlihatkan bahwa seseorang yang memiliki IQ dan EQ yang tinggi belum tentu memilik AQ yang tinggi pula.

Faktanya, banyak orang dengan IQ dan EQ yang memadai gagal dalam mengatasi kesulitan dan hambatan, tetapi ada orang yang memiliki daya tahan dan ketekunan dalam menghadapi hambatan justru berhasil dalam kehidupannya.

DR.Wibawa Prasetya merupakan anak ke-3 dari 7 bersaudara pasangan suami istri, Kartono (Alm) dan Sri Soemarah. Ia Menikah dengan Dra. Ertriana Juli Astini, dan dikaruniai anak kembar laki laki yang diberi nama Bima Aji Sadewa dan Bayu Adhi Nugraha.

DR. Wibawa Prasetya menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar di Sekolah Dasar Kristen 3, Wonosobo, Lulus Tahun 1973. Tamat dari SMP Negeri 1 Wonosobo Tahun 1976. Pendidikan SMA diselesaikan pada tahun 1980. Kemudian melanjutkan ke Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Jogjakarta, lulus Sarjana Muda Hukum tahun 1984. Pada Tahun 1982, diterima sebagai mahasiswa Prodi Teknik Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gajah Mada Jogjakarta dan lulus jenjang strata 1 tahun 1987.

Tahun 1989 Lulus Sarjana Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Krisna Dwipayana Jakarta. Tahun 1991 melanjutkan pendidikan ke Jenjang Strata 2, Program Studi Ilmu Manajemen, Sekolah Tinggi Manajemen Labora Jakarta dan Lulus Ujian Negara Magister Manajemen tahun 1995.

Mulai bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kopertis Wilayah III Jakarta tahun 1988 dan dipekerjakan sebagai dosen di Fakultas Teknologi Industri Pertanian  Institut Teknologi Indonesia Jakarta. Tahun 1990-2010, ditugaskan di Kopertis Wilayah 3, Jakarta pada Bagian Ujian Negara.

Pada tahun 2010 sampai sekarang ditugaskan sebagai dosen Pegawai Negeri Sipil yang dipekerjakan pada Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta. Matakuliah yang pernah diampu selama ini antara lain Matematika Ekonomi, Matematika Bisnis, Kalkulus 1, Kalkulus 2, Kalkulus 3 dan Kewirausahaan.

Sayang momen istimewa ini tidak dihadiri oleh sang  istri Dra. Ertriana Juli Astini serta kedua putra kembarnya yakni Bima Aji Sadewa dan Bayu Adhi Nugraha. Menurut DR. Wibawa, ketiga anggota keluarganya itu sedang menjalankan tugas masing-masing.

DR. Wibawa mengaku sangat puas dengan capaian yang ia raih saat ini dan berterima kasih atas dukungan keluarga dan rekan sejawat.

Khususnya rekan sejawat dari Kampus LSPR dan Atma Jaya serta instansi di mana ia bekerja saat ini, yang hadir memberi dukungan moril kepada promovendus.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi security system. (Alvis Upitis/Getty Images)

Senin, 06 April 2020 - 23:10 WIB

Six years of the GitHub Security Bug Bounty program

Last month GitHub reached some big milestones for our Security Bug Bounty program. As of February 2020, it’s been six years since we started accepting submissions. Over the years we’ve been…

Media Luar Ruang City Vision

Senin, 06 April 2020 - 22:15 WIB

Media Luar Ruang City Vision Gandeng KAI Sebarluaskan Informasi Covid-19

Sebagai perusahaan media luar ruang terbesar di Indonesia, City Vision berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemerintah dan berbagai institusi lain dalam menyebarluaskan informasi kesehatan…

Keringanan kredit properti Sinar Mas

Senin, 06 April 2020 - 21:40 WIB

Industri Properti Lawan Corona, Sinar Mas Land Berikan Keringanan Bayar Kepada Masyarakat

Untuk membantu masyarakat yang ingin membeli hunian dengan cepat, Sinar Mas Land kini menawarkan solusinya dengan program berskala nasional bernama Move in Quickly.

Semen Indonesia Berikan bantuan covid-19 senilai Rp1,9 miliar

Senin, 06 April 2020 - 21:15 WIB

Semen Indonesia Serahkan Bantuan APD dan Alkes Senilai Rp1,93 miliar untuk Tenaga Medis

Semen Indonesia Gresik (SIG) memberikan bantuan alat kesehatan dan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis di Rumah Sakit Semen Gresik (RSSG) senilai Rp1,93 miliar.

Ketum BPD HIPMI Jaya 2017-2020, Afifuddin Kalla (Kiri), dan Calon Ketum BPD HIPMI Jaya 2020-2023, Muhamad Alipudin

Senin, 06 April 2020 - 20:27 WIB

Anies Diminta Bentuk Gugus Tugas Ekonomi, Caketum HIPMI: Agar Realisasi 'Titah' Presiden soal Relaksasi Kredit Tidak Gagal Paham di Lapangan

"Kebijakan tersebut juga harus didukung oleh langkah yang konkrit dari pemerintah untuk segera merealisasikan relaksasi tersebut, agar terjadi sinkronisasi seluruh pihak perbankan maupun lembaga…