Bertemu Erick Thohir, Bos Posco Blak-blakan Kepincut Kerja Sama dengan Indonesia Battery Company

Oleh : Ridwan | Minggu, 12 Desember 2021 - 14:05 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pohang Iron and Steel Company (Posco) telah resmi bekerjasama dengan PT Kratakau Steel, dengan membentuk Krakatau Posco, kini perusahaan asal Korea Selatan tersebut menyatakan ketertarikannya bekerja sama dengan Indonesia Battery Corporation (IBC).

Ketertarikan itu diungkapkan President Director Krakatau Posco Kim Kwang-Moo usai bertemu dengan Menteri BUMN Erick Thohir pada Jumat kemarin (10/12/2021).

Dalam pertemuan tersebut, Kim mengaku pihaknya tertarik dengan proyek electric vehicle (EV) Battery atau industri kendaraan listrik di Indonesia yang tengah dibidik IBC.

"Kami dari Posco sangat tertarik dengan value chain atau modernisasi, maksud saya masa depan yang ada di Indonesia, khususnya anoda dan katoda untuk baterai," ujar Kim, dikutip Sabtu (11/12/2021).

IBC adalah konsorsium empat BUMN sektor pertambangan dan energi yang nantinya mengembangkan industri kendaraan listrik di Indonesia. Keempat perusahaan pelat merah itu adalah Holding Industri Pertambangan (MIND ID) atau Inalum, PT Antam Tbk, PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero), dengan komposisi saham sebesar masing-masing 25%.

Erick Thohir dan Kim Kwang-Moo juga membahas pembagian saham di Krakatau Posco. Kementerian BUMN berkeinginan agar kepemilikan saham KRAS di Krakatau Posco menjadi 50%. Sementara 50% lagi milik Posco. Saat ini komposisi terbagi atas 70% untuk Posco dan 30% untuk KRAS.

Keinginan itu pun disambut baik manajemen Posco. Kim mengaku pihaknya ingin bekerja sama dengan KRAS lebih jauh lagi, termasuk penambahan kapasitas baja.

"Saya sangat menghargai dukungan dari Bapak Menteri. Menurut saya ini pertemuan yang baik dengan perusahaan kami. Jadi kami tertarik untuk bekerja sama lebih banyak dengan Indonesia di masa yang akan datang," tutup Kim.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →