IHSG Diprediksi Lanjutkan Pola Kenaikan ke Level 5.800

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 06 Juni 2017 - 09:33 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan melanjutkan pola kenaikan jangka pendek menuju target resisten psikologis 5.800, setelah kemarin IHSG ditutup naik ke posisi 5.748.

Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia, mengemukakan, kenaikan IHSG pada perdagangan kemarin disebabkan oleh aksi beli yang cukup agresif terhadap saham-saham berkapitalisasi besar dan saham-saham lapis kedua pilihan. Kondisi tersebut menopang IHSG untuk kembali bergerak naik di atas level psikologis 5.700 serta mempertahankan titik support di 5.650.

“Jika sentimen positif dapat berlanjut di pasar pada hari ini, maka IHSG sangat mungkin untuk terus bergerak naik dan menembus titik resistensi di level 5.800,” ujar Yuganur di Jakarta, Selasa (06/06/2017).

Yuganur mengungkapkan, dengan adanya peluang kenaikan lanjutan pada perdagangan hari ini, maka hal itu dapat dimanfaatkan oleh para pelaku pasar untuk mengakumulasi saham-saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Secara teknikal, BBRI, PGAS dan CTRA saat ini sedang mengalami perbaikan harga dalam jangka pendek. Kondisi tersebut membuat ketiga saham tersebut menjadi menarik untuk diakumulasi. Harga BBRI diprediksi dapat mencapai Rp15.600-16.450 per unit. Sedangkan harga PGAS dan CTRA masing-masing diperkirakan berpotensi mencapai Rp2.650-2.675 per unit dan Rp1.260-1.320 per unit.

Sementara itu, penurunan harga komoditas ke level terendah dalam 10 tahun terakhir ini serta valuasi sektoral yang sudah cukup murah membuat ANTM menjadi menarik untuk dikoleksi. Harga saham produsen barang-barang tambang milik negara ini diperkirakan bakal menembus kisaran Rp805-825 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →