Asphurindo Ingatkan Masyarakat Tidak Tergiur Paket Umrah Murah
INDUSTRY.co.id, Jakarta - Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inbound Indonesia (Asphurindo ) mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan jasa perusahaan travel haji dan umrah yang menggunakan skema ponzi dalam manajemen bisnisnya. Pasalnya skema tersebut tidak sesuai prinsip syariah dan merugikan jamaah.
“Dari 680 ribu jamaah saat ini, ada 250 ribu jamaah terlibat dalam skema ponzi tersebut karena tergiur paket murah harga umrah,” kata Ketua Umum Asphurindo, H. Syam Refiadi saat ditemui oleh redaksi INDUSTRY.co.id, Senin 5 Juni 2017.
Pada travel umrah, skema ponzi akan merugikan calon jamaah yang mendaftar belakangan. Apabila dana yang masuk ke perusahaan tidak banyak, maka besar kemungkinan pemberangkatan calon jamaah yang mendaftar di akhir akan tersendat.
“Umrah yang menggunakan skema ponzi diantaranya yakni keberangkatan ke Tanah Suci yang tidak jelas dan juga harga paket umrah yang murah dibawah normal misalnya Rp 15 juta. Harga yang ditawarkan biasanya tidak rasional dan tidak menutup semua kebutuhan selama di Tanah Suci,” paparnya
Pihaknya berharap agar pola ini dihentikan, karena suatu saat ketika calon jemaah barunya lesu atau tidak ada lagi maka calon jemaah terdahulu akan tertunda. Pihaknya juga menampik isu adanya proses pungutan sebesar 15 US$ per jamaah guna keperluan pengurusan visa.
“Ini sebenarnya masalah lama yang coba diungkit kembali disaat sedang ramai pemberitaan adanya biro travel yang gagal memberangkatkan jamaah umrahnya ke Tanah Suci," tegasnya.
Syam yang juga menjabat sebagai President Director Patuna Travel pun mengedukasi kepada masyarakat agar tidak tergiur paket umrah amat murah. Bagi jamaah juga bisa mengikuti pedoman “Lima Pasti Umrah” sebagai panduan singkat agar masyarakat tidak tertipu ketika umrah.
Pertama,pastikan travel memiliki izin resmi dari Kementerian Agama. Cek di www.haji.kemenag.go.id. Kedua, pastikan jadwal keberangkatan dan kepulangan. Selain itu, jamaah juga harus memastikan maskapai penerbangan dan rute penerbangan. Ketiga, pastikan harga dan paket layanan yang ditawarkan. Jamaah harus memastikan hak-hak mereka sebagai calon jamaah terpenuhi seperti konsumsi, transportasi, manasik umrah dan asuransi.
Keempat, pastikan hotel dan wilayah manalokasi penginapan. Pastikan jarak penginapan tidak terlalu jauh dari masjid. Dan terakhir, kelima pastikan visa diterima dua tiga hari sebelum keberangkatan.