Hingga Awal Juni, Obligasi di BEI Tercatat Rp42,17 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 05 Juni 2017 - 08:42 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Total nilai penerbitan obligasi dan sukuk yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp42,17 Triliun untuk periode sejak Januari hingga awal Juni 2017. “Jumlah itu bertambah seiring dengan pencatatan obligasi dan sukuk ijarah PT Indosat Ooredoo,” tulis Imron Hamzah, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 BEI, dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (04/06/2017).

Imron mengemukakan, Indosat mencatatkan obligasi berkelanjutan II tahap I/2017 bernilai Rp2,7 triliun, dan sukuk ijarah berkelanjutan II tahap I/2017 bernilai Rp300 miliar. Obligasi dan sukuk ijarah Indosat tersebut masing-masing memperoleh peringkat “idAAA” (triple A) dan “idAAAsy” (triple A syariah) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Sementara itu, PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch) memberikan peringkat kepada obligasi dan sukuk ijarah Indosat tersebut masing-masing “AAA(idn)” (triple A) dan “AAA(idn)” (triple A syariah). Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) ditunjuk sebagai Wali Amanat dalam emisi obligasi tersebut.

Dengan pencatatan obligasi dan sukuk Indosat itu, demikian Imron, maka emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang 2017 di BEI adalah 25 emisi dari 23 emiten bernilai total Rp42,17 triliun.

Dengan demikian, lanjut Imron, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 325 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp329,89 triliun dan US$67,5 juta, diterbitkan oleh 109 emiten.

Sementara itu, surat berharga negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 95 seri dengan nilai nominal Rp1.931,53 triliun dan US$200 juta. Selain itu terdapat Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak delapan emisi senilai Rp3,55 triliun. (Abraham Sihombing)

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →