Menperin Agus Siap Bawa RI jadi Pemimpin Industri Halal Dunia

Oleh : Ridwan | Sabtu, 20 November 2021 - 23:15 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Indonesia memiliki potensi besar menjadi industri halal dunia. Namun sayang saat ini, sektor tersebut masih dikuasai negara-negara lain di dunia.

Oleh karena itu, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mendukung prioritas Wakil Presiden Maruf Amin dalam mengembangkan industri produk halal, termasuk meningkatkan ekspor ke pasar global.

"Dari data membuat kita miris. Sejumlah negara yang justru sekarang ini memimpin industri halal dunia," kata dia, dalam webinar, kemarin.

Saat ini, jelas Menperin, eksportir makanan halal dikuasai India, Amerika Serikat, dan Brasil. Sedangkan sektor farmasi dan kosmetik dikuasai Singapura, sementara Inggris dan Nigeria menunjukkan performa yang sangat baik dalam pengembangan industri halal.

"Indonesia semestinya bisa meraup keuntungan paling besar di pasar global. Namun memang kompetisi pasar industri halal sangat sengit. Sangat diminati bukan hanya negara Muslim, tapi juga non-Muslim," paparnya.

Lebih lanjut, Agus menyebut bahwa kenyataan ini seharusnya bisa memotivasi Indonesia agar menjadi pusat industri halal dunia (global halal hub). 

Untuk itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) turut mendorong kemajuan industri halal, khususnya melalui pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) halal.

"Kami di Kementerian Perindustrian juga ingin mendorong pengembangan industri kecil menengah (IKM) halal. Bisnis halal termasuk IKM, kami punya komitmen, kami bentuk Pusat Pemberdayaan Industri Halal setingkat eselon dua," ungkap Menperin.

Dikesempatan yang sama, Staf Khusus Wapres Lukmanul Hakim mengatakan, perlu program quick-win untuk mewujudkan Indonesia produsen produk halal dunia.

Ia memaparkan ekosistem global halal hub yang harus melibatkan semua pemangku kepentingan industri halal.

"Untuk itu kami mengajak seluruh stakeholder untuk bahu membahu, bersama-sama dalam mendorong pengembangan industri halal ini. Kami berharap melalui kolaborasi seluruh pihak, industri halal tidak hanya berkembang di dalam negeri tetapi juga menyasar pasar global," tutupnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →