78,5% dari Laba 2016 BISI Dibagikan Sebagai Dividen Tunai

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 02 Juni 2017 - 13:00 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Para pemegang saham PT BISI International Tbk (BISI) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan di Jakarta pada Rabu (31/05/2017) menyetujui pembagian dividen untuk tahun buku 2016 bernilai total Rp264 miliar (Rp88 per saham).

“Total nilai dividen tersebut mencapai 78,54% dari laba bersih 2016 perseroan senilai Rp336 miliar. Pemegang saham dalam RUPST dua hari yang lalu telah menyetujui pembagian dividen tersebut,” ujar Jemmy Eka Putra, Direktur Utama BISI, di Jakarta, Jumat (02/06/2017).

Lebih lanjut, Jemmy mengemukakan, sisa dari laba bersih 2016 akan ditempatkan sebagai laba ditahan perseroan (retained profit). Pemegang saham dalam RUPST tersebut juga menyetujui pemberian wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk akuntan publik yang akan mengaudit laporan keuangan 2017 perseroan.

Jemmy juga menyebutkan, BISI sepanjang Januari-Maret 2017 membukukan pendapatan Rp480,54 miliar, tumbuh 40,9% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2016. Laba bersih perseroan pada triwulan pertama 2017 meningkat 17% menjadi Rp104 miliar dibandingkan per Maret 2016. Sedangkan EBITDA tercatat sebesar Rp76 miliar per Maret 2017, atau meningkat 16%.

“Kami berharap kami dapat meraih target kinerja pada tahun ini,” pungkasnya. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →