Perusahaan Kelas Kakap Asal Taiwan dan Jerman Segera Tanam Duit Bangun Industri Kendaraan Listrik di Indonesia

Oleh : Ridwan | Jumat, 05 November 2021 - 07:05 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan sejumlah perusahaan multi-nasional telah menyatakan kesiapan untuk berinvestasi di industri kendaraan listrik Indonesia. 

Menurutnya, pemerintah memang mendorong hilirisasi industri kendaraan listrik dalam negeri untuk menjadi pemain besar di kancah dunia.

Bahlil menyebut sejauh ini ada beberapa perusahaan yang telah menyatakan ketertarikan untuk berinvestasi adalah perusahaan Taiwan Hon Hai Precision Industry (Foxconn), dan perusahaan asal Jerman, Volkswagen dan BASF. 

Bahkan, kata dia, Foxconn telah melakukan penandatanganan kesepakatan meski belum dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU).

"Yakin mereka masuk, tapi kami belum bisa umumkan secara detail. Mudah-mudahan tahun ini," kata Bahlil dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta (4/11/2021).

Bahlil menjelaskan, investasi perusahaan manufaktur komponen dan produk elektronik asal Taiwan itu nantinya akan masuk dalam beberapa bagian, antara lain produksi baterai listrik, mobil dan motor listrik, serta suku cadang peralatan komunikasi. 

Investasi Foxconn di Indonesia tersebut nantinya juga akan melibatkan pengusaha nasional dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Ini akan punya nilai tambah yang luar biasa, dan harganya akan sangat kompetitif," kata dia.

Selain itu, Volkswagen dan BASF juga telah menyatakan minat untuk berinvestasi di Indonesia. Perusahaan asal Jerman tersebut akan menjadi bagian dari rantai pasok baterai mobil listrik.

"Mereka masuk pada bagian rantai pasok hilir, bukan hulunya. Ini yang akan memerlukan kolaborasi. Ke depan ini jadi target kami," kata Bahlil.

Dengan masuknya investasi perusahaan-perusahaan tersebut, harapan Indonesia untuk mewujudkan transformasi ekonomi dengan penciptaan nilai tambah melalui hilirisasi industri menjadi semakin dekat. Ini juga semakin meningkatkan peluang Indonesia untuk menjadi pemain besar dalam industri kendaraan listrik dunia.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →