Kabar Terbaru! BPK Temuan Ketidakcocokan Spesifikasi Komponen LRT Jabodebek

Oleh : kormen barus | Rabu, 03 November 2021 - 12:51 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id,Jakarta – Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK menemukan adanya sejumlah ketidaksesuaian spesifikasi komponen light rail transit atau LRT Jabodebek. BPK mendapati ketidakcocokan spesifikasi komponen sepur ringan pada proses produksi sarana LRT Jabodebek yang dikerjakan oleh PT INKA. INKA merupakan produsen 31 rangkaian kereta LRT.

Temuan itu tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Atas Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Tahun 2017-2019 pada PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Anak Perusahaan Terkait Lainnya di Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Sumatera Selatan.

“Terdapat komponen-komponen yang tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam Keputusan Menteri Perhubungan KP 765 tahun 2017,” berikut bunyi laporan temuan BPK seperti dikutip pada Rabu, 3 November, seperti dikutip industry.co.id.

Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan, INKA seharusnya memasang perangkat pengait kereta dengan sistem automatic tight coupler yang dapat dikendalikan dari kabin secara otomatis. Namun temuan BPKP menunjukkan pengait yang terpasang tersebut berjenis automatic tight lock coupler standar AAR 10 yang sistemnya masih manual.

Selain itu, BPK menemukan ketidaksesuaian pada pekerjaan derailment detection system. Derailment detection system merupakan alat pendeteksi dini apabila terjadi anjlokan roda kereta.

Sesuai kontak, semestinya alat ini terpasang pada area bogie yang letaknya berdekatan dengan roda kereta bila merujuk Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 765 tahun 2017.

Namun temuan menunjukkan dalam satu rangkaian kereta, derailment detection system pada kereta motor car atau MC dipasang pada bagian body dan bogie.

Sedangkan pada kereta lainnya, seperti kereta ganda listrik (kereta M) dan kereta T atau non-penggerak, derailment detection system dipasang pada area body yang letaknya di bagian bawah kereta. “Ketidaksesuaian pemasangan alat tersebut pada kereta M dan kereta T dikhawatirkan berpengaruh pada sistem pendeteksian secara dini apabila kereta mengalami anjlok,” tulis temuan BPK.

Dalam rekomendasinya, BPK meminta INKA melakukan perbaikan pekerjaan agar hasilnya sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan dalam kontrak. Saat dikonfirmasi, Direktur Pengembangan INKA Agung Sedaju mengatakan perusahaan tidak melakukan pengubahan spesifikasi pada LRT. “Kedua hal itu (coupler dan derailment detection system) masih dispute,” katanya. Tempo.

Kormen Barus

Pimpinan Redaksi

Kormen Barus adalah seorang jurnalis dan editor senior yang saat ini dikenal sebagai Pimpinan Redaksi di media portal berita nasional ⁠Industry.co.id. Ia juga memiliki rekam jejak sebagai jurnalis untuk portal Infomoneter dan Redaktur Pelaksana di Majalah Business Review. Selain aktif di dunia jurnalistik, ia adalah penulis yang telah menerbitkan karya di bidang lingkungan, seperti buku yang berjudul "Desa Mandiri Menuju Langit Biru di Bumi Khatulistiwa

Lihat semua artikel →