Bisa Selamatkan GA, Rizal Ramli: Enak Saja Mau Cari Gampang Garuda di Bangkrutkan! Sopo Penjahatnya?
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Ekonom Senior Rizal Ramli menolak tegas apabila maskapai nasional Garuda Indonesia harus di pailitkan.
Pasalnya, jauh sebelum nasib carier flight ini terkatung-katung seperti saat ini, dirinya mengaku pernah meminta kepada manajemen Garuda untuk menghentikan kerjasama kontrak kepada lessor untuk pengadaan pesawat Garuda yang dianggap merugikan.
Namun usulan tersebut dimentahkan oleh Meneg BUMN saat itu, Rini Sumarno.
"2015, RR minta kontrak pembelian & leasing Garuda yg mark-up, merugikan dihentikan — RR dibantah2 oleh Rini S & media2 bayaran," ujarnya melalui keterangan di akun Facebook miliknya seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Sabtu (30/10/2021).
Dalam unggahannya tersebut, mantan Menteri Ekuin era Presiden Gus Dur ini juga melampirkan sebuah potongan (screen shoot) unggahan mantan komisaris Garuda Peter Gontha seraya menolak tegas pilit Garuda.
"Eh sekarang Peter buka2an, Kok enak aja, mau cari cara gampang Garuda mau dibangkrutkan. Sopo penjahat2nya?," imbuhnya.
Menurut Rizal Ramli, masih ada solusi lain untuk menyelamatkan maskapai berkode GIA ini.
"Ada cara lain kok selamatkan GA," tandasnya.
Sebelumnya, dalam berbagai kesempatan, Rizal Ramli sempat mengungkap bahwa dirinya mau membantu menyelesaikan permasalahan nasib Garuda hingga tuntas.
Namun, Ia meminta sebuah syarat.
“Kagak usah gua diangkat jadi komisaris, preskom atau apapun. Tapi gua kasih wewenang gua beresin, pasti beres. Cuma syaratnya threshold presidential dibikin nol. Dulu saya pernah kok menyelamatkan garuda yang dibuat bangkrut sama kreditor tahun 2001,” ujar Rizal Ramli dikutip dari kanal Youtube, Sabtu (30/10/2021).
Adapun bunyi unggahan @petergontha yang di unggah ulang oleh Rizal Ramli dalam unggahannya tersebut ialah;
"Ini Boeing 777, harga sewa di pasar rata2 $750.000/bulan Garuda mulai dari hari pertama Bayar dua kali lipat? $1.400.000 per bulan. Uangnya kemana sich waktu di teken? pengen tau aja?," @petergontha.
Perlu diketahui, Garuda Indonesia kini terancam pailit lantaran menumpuknya utang yang ditaksir mencapai Rp70 triliun.
Selain itu, Garuda juga mengalami kinerja yang menurun akibat dampak langsung pandemi Covid-19.
Dimana pada semester I-2021 kemarin, perseroan mencatatkan kerugian sebesar USD904,9 juta atau setara Rp13,1 triliun (kurs Rp 14.400 per USD).
Tak hanya itu, Kementerian BUMN pun memastikan Garuda Indonesia tidak menerima suntikan dana berupa penyertaan modal negara (PMN) untuk menyelamatkan Garuda.