KemenKopUKM Pacu Daya Saing Tenun Ikat Gianyar

Oleh : Ridwan | Sabtu, 30 Oktober 2021 - 08:05 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Gianyar - Kerajinan tenun ikat (endek) merupakan industri kerajinan potensial Kabupaten Gianyar yang pernah menjadi primadona di tahun 80-an. 

Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar melalui Dekranasda Kabupaten untuk membangkitkan kembali kejayaan tenun ikat di Gianyar. 

Bahkan, Dekranasda Gianyar secara aktif memberikan pelatihan-pelatihan, memberikan bantuan peralatan hingga pemasaran produk kerajinan. 

Upaya tersebut juga mendapat dukungan dari Kementerian Koperasi dan UKM. Sehingga, Gianyar menjadi tujuan pertama pelaksanaan pelatihan vocational bagi usaha mikro di sektor pariwisata, khususnya tenun ikat. 

Salah satu perajin tenun bernama Ketut Gede Setiawan mengaku dirinya banyak mendapat manfaat dari pelatihan yang digelar KemenkopUKM.

"Sangat membantu, terutama dalam hal motivasi usaha agar tetap kuat dan mampu bangkit," kata Ketut, beberapa waktu lalu.

Bagi Ketut, para motivator yang diundang sangat membangkitkan semangat para perajin, terutama yang berada di bawah binaan Yayasan Putri Ayu, agar tetap optimis meski di tengah pandemi. 

"Selama pandemi, yayasan banyak membantu kami dari sisi penjualan tenun," ucap Ketut.

Perajin lainnya, Kadek Ari, juga menganggap bahwa pelatihan tersebut sangat bermanfaat karena bisa menambah ilmu, khususnya dalam pemasaran produk. 

"Penjualan secara online menjadi salah satu alternatif bagi perajin agar bisa bertahan," kata Kadek.

Kadek berharap agar kondisi pandemi segera pulih, sehingga kehidupan pariwisata Bali bisa kembali normal seperti dulu. 

"Karena, Bali itu memang hidupnya dari sektor pariwisata, yang di dalamnya terdapat kuliner dan juga kerajinan-kerajinan, termasuk tenun ikat," imbuh Kadek.

Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Mikro KemenkopUKM Eddy Satriya menjelaskan, pihaknya ingin meningkatkan kapasitas dan kemampuan teman-teman usaha mikro di sektor pariwisata. Terlebih lagi, sektor tenun ikat.

Menurut Eddy, dipilihnya Gianyar sebagai lokasi pelatihan karena merupakan salah satu sentra kerajinan tenun ikat di Bali. Kegiatan ini merupakan langkah awal, untuk selanjutnya bergerak ke daerah lain di Bali. 

“Kami berharap setelah pelatihan ini, para peserta lebih memiliki inovasi pada situasi pandemi dan inovasi produk tenun ikat yang menjadi unggulan khususnya di Kabupaten Gianyar,” pungkas Eddy.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →