Dampak PPnBM Diperpanjang, Dharma Group Optimistis Kinerja Perusahaan dan Industri Otomotif akan Membaik

Oleh : Herry Barus | Jumat, 29 Oktober 2021 - 10:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.coJakarta- PT Dharma Polimetal (“Dharma Group”), perusahaan manufaktur komponen otomotif milik Triputra Group, optimistis perpanjangan PPnBM dan tren penjualan kendaraan roda empat (4 wheeler/4W) yang mulai positif sejak awal tahun akan positif bagi kinerja perusahaan dan industri manufaktur komponen otomotif.

Presiden Direktur Dharma Group Irianto Santoso mengatakan perpanjangan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) hingga 100% akan menciptakan multiplier effect pertumbuhan ekonomi serta menambah daya dorong kebijakan pemerintah guna menstimulasi konsumsi masyarakat, serupa dengan target pemerintah.

“Dengan adanya perpanjangan PPnBM, hingga akhir tahun ini Dharma Group optimistis target pendapatan konsolidasi (di luar anak usaha patungan/joint venture) dapat mencapai Rp 2,8 triliun akan terealisasi lebih mudah dibandingkan dengan sebelum adanya perpanjangan PPnBM,” ujar Irianto.

Irianto menambahkan optimisme manajemen Dharma Group berkaca dari dampak insentif PPnBM yang mulai berlaku pada Maret tahun ini. Bulan lalu, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang menjadi sampai akhir tahun ini pemberian insentif PPnBM DTP hingga 100% untuk kendaraan bermotor, dari rencana awal hanya sampai Agustus 2021.

Data penjualan 4W pada September 2021 dibukukan 84.110 unit, masih menggeliat serta mencerminkan adanya perbaikan daya beli masyarakat.

Angka penjualan 4W sempat turun hingga titik nadir 3.600 unit pada Mei 2020, tetapi berangsur membaik hingga di angka 49.200 unit pada Februari 2021. Lonjakan terjadi pada Maret 2021 ketika insentif PPnBM berlaku hingga angka penjualan 4W mencapai 84.910 unit dan masih lebih tinggi dari ketika awal-awal pandemi.

Dampaknya, pada Mei 2021, Kementerian Perindustrian mencatat penjualan komponen otomotif sempat turun tahun lalu hingga tinggal 20% dari periode sebelum pandemi. Angkanya mulai meningkat pada awal tahun sampai Maret 2021 yaitu menjadi 40%-50% dari periode sebelum pandemi. Kenaikan semakin tajam menjadi 70%-80% dari periode sebelum pandemi setelah insentif PPnBM DTP diberlakukan pada Maret 2021.

Industri komponen otomotif tersebut merupakan bisnis yang sangat luas, dari mulai komponen kendaraan baru sampai komponen suku cadang pengganti dari masing-masing jenis kendaraan. Jenis kendaraan tersebut terbagi ke dalam segmen bermotor roda dua (2-wheeler), roda tiga (3W), 4W, hingga bus dan truk.

Dharma Group, salah satu pelaku industri manufaktur komponen otomotif, memproduksi komponen di seluruh segmen kendaraan tersebut. Dengan demikian, dampak dari membaiknya penjualan otomotif sejak awal tahun yang pemicu utamanya adalah insentif PPnBM DTP juga tercermin dari kinerja keuangan perseroan sejak awal tahun ini.

Perseroan membukukan pendapatan konsolidasi (tidak termasuk anak usaha patungan/joint venture) sebesar Rp 1,3 triliun sejak awal tahun ini hingga Juni. Capaian itu naik 46,36% dari capaian semester I/2020 senilai Rp 893 miliar.