Investment Grade Indonesia Diprediksi Topang IHSG ke Posisi 6.400

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 31 Mei 2017 - 08:58 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan melanjutkan kenaikannya pada perdagangan hari ini menuju target pada akhir 2017 di posisi 6.400. Itu disebabkan oleh sentimen positif yang muncul setelah S&P menetapkan investment grade untuk Indonesia.

“Kami menilai, kenaikan peringkat kredit investasi yang ditetapkan S&P untuk Indonesia dapat menopang IHSG untuk meraih target di posisi 6.400 pada akhir tahun ini,” ujar Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia, di Jakarta, Rabu (31/05/2017).

Yuganur mengemukakan, sektor perbankan diperkirakan akan melanjutkan kinerja positif dengan biaya pinjaman yang lebih murah, sehingga likuiditas perbankan diharapkan dapat meningkat dan pada akhirnya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.

Disamping itu, demikian Yuganur, sektor konstruksi juga akan memperoleh manfaat dari biaya pinjaman yang lebih rendah dan risiko kredit yang lebih kecil. Akibatnya, obligasi global akan membaik dan menyebabkan cost of fund menurun dan dapat mempermudah pengembangan proyek infrastruktur.

Menurut Yuganur, dengan adanya peluang pembalikan arah menguat pada perdagangan akhir bulan ini, maka para pelaku pasar disarankan untuk mengakumulasi saham-saham sektor properti, yaitu saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).

Harga WIKA dan WSKT masing-masing diprediksi dapat mencapai Rp2.650 per unit dan Rp2.750 per unit. Sedangkan BSDE dan PWON masing-masing berpotensi mencapai harga Rp2.100 per unit dan Rp750 per unit. (Abraham Sihombing)

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →