Alhamdulillah! Menteri Nadiem Sampaikan Kabar Gembira yang Bikin Sejuk Para Guru

Oleh : Ridwan | Jumat, 08 Oktober 2021 - 09:10 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - NTB - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyampaikan info menyejukkan buat para guru.

Pasalnya, Kemendikbudristek tengah merancang insentif untuk guru yang ditempatkan di daerah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T) agar para pengajar lebih semangat.

"Itu yang sedang kami coba rancang apa saja insentif yang bisa dilakukan agar guru jauh lebih semangat," kata Nadiem di saat meninjau pembelajaran tatap muka (PTM) di SD Negeri Dasan Baru, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (7/10).

Ia membeberkan cara yang dilakukan untuk memotivasi semangat guru daerah 3T, adalah memberikan tunjangan daerah khusus.

"Itu tunjangan yang signifikan untuk daerah-daerah khusus, tapi kami akan melihat ke depannya apalagi yang bisa kami lakukan, agar guru-guru dan kepala sekolah mau pindah ke daerah-daerah yang membutuhkan guru," ujar Nadiem.

Di samping merancang insentif, Kemdikbudristek juga membuka formasi guru penempatan daerah 3T.

Menurut Nadiem, terdapat perbedaan jumlah orang yang mau mengajar dengan jumlah kebutuhan guru di daerah 3T.

"Kami tidak bisa memaksa guru mau lokasi di mana, tapi ada perbedaan jumlah orang yang mau di situ dengan jumlah kebutuhan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB Aidy Furqan juga mengakui masih kekurangan guru SMA dan SMK di daerah 3T.

Pihaknya akan menyebar para guru P3K secara merata ke daerah-daerah terpencil yang masih kekurangan.

Begitu juga dengan yang tidak lolos sebagai PPPK akan diupayakan menjadi tenaga pendidik di daerah pelosok, yaitu melalui guru daerah yang ditugaskan oleh gubernur.

"Nanti kalau yang tidak lulus jadi PPPK, kami akan proses melalui guru daerah yang ditugaskan oleh gubenur seperti hasil ujian kompetensi guru beberapa waktu lalu," katanya. 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →