Alhamdulillah! Ketua Satgas Covid-19 IDI Sampaikan Kabar Baik yang Bikin Seluruh Masyarakat Indonesia Bisa Tersenyum

Oleh : Ridwan | Senin, 27 September 2021 - 19:20 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Profesor Zubairi Djoerban menyampaikan kabar baik bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Menurutnya saat ini perkembangan kasus Covid-19 di Tanah Air sudah semakin membaik.

Berkat Kerjasama seluruh pihak, pandemi Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan tanda-tanda positif. Bahkan disebut oleh Profesor Zubairi bahwa angka kematian harian Covid-19 Indonesia terus menurun.

Meski begitu, Profesor Zubairi tetap mengimbau agar masyarakat Indonesia tidak mudah terlena dan terus berikhtiar agar pandemi Covid-19 bisa segera teratasi sepenuhnya.

“Kabar baik. Angka kematian harian Covid-19 Indonesia terus turun. Tapi tak berarti ikhtiar kita selesai,” cuit Profesor Zubairi di akun Twitter pribadinya (26/9/2021).

Lebih lanjut, sang profesor juga menunjukkan data penurunan kasus kematian mulai dari awal agustus 2021 sampai dengan akhir September 2021.

- 10 Agustus 2021: 2.048 jiwa

- 13 September 2021: 276 jiwa

- 20 September 2021: 166 jiwa

- 26 September 2021: 86 jiwa

Momen ini merupakan tanda yang sangat baik di era pandemi Covid-19, Profesor Zubairi mengungkapkan bahwa seharusnya hal ini bisa dirayakan dengan hati yang sangat tenang dan senang.

"Mari tersenyum, angkat secangkir kopi, dan bersulang. Disclaimer: Saya sama sekali tidak bermaksud meremehkan kematian dan memandang kematian ini sebagai angka saja,” tutupnya.

Namun di sisi lain Profesor Zubairi juga sedikit mengkhawatirkan tentang adanya sistem pembelajaran tatap muka (PTM) yang mulai diberlakukan di sejumlah daerah.

Justru dengan adanya pembelajaran tatap muka sangat berpotensi memunculkan kluster baru di lingkungan sekolah.

Bahkan tercatat per 20 September 2021, dari situs Kemendikbudristek memberikan data dari total 46.500 sekolah, ada sebanyak 2,8 persen atau 1.296 sekolah yang melaporkan terjadinya klaster Covid-19.

“Ini yang dikhawatirkan. Apalagi siswa di bawah 12 tahun yang akan menghadapi peningkatan risiko infeksi tanpa perlindungan vaksin," kata Profesor Zubairi.

Maka dari itu Profesor Zubairi berharap agar pemerintah sudah mempunyai solusi dari permasalahan tersebut agar ke depannya tidak terjadi banyaknya pasien anak-anak di rumah sakit.

"Semoga kita punya mitigasi untuk ini sehingga fasilitas medis tidak dibanjiri anak-anak. Jangan buru-buru. Sabar," tambahnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →