Dividen 2016 Resource Alam Indonesia Rp15 per Saham

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 29 Mei 2017 - 15:27 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Manajemen PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2016 bernilai total Rp75 miliar (Rp15 per saham) pada 19 Juni 2017. Total dividen yang dibagikan itu mencapai 58,93% dari laba 2016 perseroan sebesar Rp127,27 miliar.

“Dividen tersebut akan dibagikan kepada para pemegang saham perseroan yang tercantum dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) perseroan pada 7 Juni 2017 hingga pukul 16:00 WIB,” ujar manajemen KKGI dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (29/05/2017).

Menurut keterbukaan informasi tersebut, manajemen KKGI akan mengalokasikan dana Rp1 miliar yang diambil dari laba bersih perseroan untuk cadangan wajib. Sementara itu, sisa laba sebesar Rp51,2 miliar akan dicatat sebagai laba ditahan (retained profit) untuk memperkuat struktur permodalan perseroan.

Perseroan mengoperasikan bisnisnya di bidang pertambangan, kehutanan, pertanian, perkebunan, perikanan, perindustrian, pengangkutan dan perdagangan umum. Kendati demikian, bisnis utama perseroan bergerak di bidang industri high pressure laminate dan melamine laminated particle boards serta pertambangan batubara melalui anak usahanya.

Sekitar 31,37% dari saham perseroan dikuasai oleh Citibank Singapore. Sebesar 15,52% dipegang oleh Goodwin Investment Private Ltd. Sementara itu Credit Suisse AG Singapore Trust dan UBS AG Singapore Non-Treaty Omnibus Account masing-masing memiliki 10% dan 8% saham KKGI. Sedangkan sisanya sebesar 35,11% dimiliki oleh investor publik.

Di Bursa Efek Indonesia (BEI), harga tertinggi KKGI dalam satu tahun terakhir tercatat sebesar Rp524 per unit pada 14 Februari 2017 dan harga terendahnya sebesar Rp130 per unit pada 30 Mei 2016. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →