Instruksi Tegas Jokowi Soal Konflik Lahan: Saya Minta Polri Perjuangkan Hak Masyarakat

Oleh : Candra Mata | Rabu, 22 September 2021 - 21:59 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Presiden Joko Widodo(Jokowi) menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk menyelesaikan konflik agraria yang terjadi di Tanah Air demi mewujudkan reformasi agraria dan kepastian terhadap ketersediaan ruang hidup yang adil bagi masyarakat. 

"Termasuk, komitmen penuh dalam memberantas mafia-mafia tanah," kata Presiden Jokowi seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id dari keterangannya di akun Instagram @jokowi pada Rabu malam (22/9/2021).

Menurutnya, setiap tahun dirinya telah menerima kelompok-kelompok tani yang rela jauh-jauh datang ke Jakarta.

Bahkan mereka, sebut Jokowi rela berjalan kaki ke Jakarta hanya untuk memperjuangkan lahan-lahan yang terdampak oleh konflik agraria. 

"Saya menginstruksikan jajaran Polri untuk memperjuangkan hak masyarakat dan menegakkan hukum secara tegas dalam penyelesaian konflik agraria di Tanah Air," ujarnya.

Jokowi juga mengingatkan Polri jangan ragu mengusut mafia-mafia tanah yang ada. 

"Dan, jangan sampai juga ada aparat penegak hukum yang jadi beking mafia tanah tersebut," tegasnya.

Dikatakannya lebih lanjut, kepastian hukum atas tanah tersebut diperlukan untuk memberikan keadilan kepada seluruh pihak. 

"Kita tidak ingin rakyat kecil tidak mempunyai kepastian hukum terhadap lahan yang menjadi sandaran hidup mereka," imbuh Jokowi.

"Kita juga tidak ingin para pengusaha tidak mempunyai kepastian hukum atas lahan usahanya," pungkasnya.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →