GAPENSI Apresiasi PT. Krakatau Steel Bangun Industri Baja Indonesia Jadi Lebih Kuat

Oleh : Herry Barus | Rabu, 22 September 2021 - 07:00 WIB

INDUSTRY.co.id - Cilegon- Tahun 2021 telah menjadi waktu yang menguntungkan bagi Industri logam nasional. Hal tersebut dapat terlihat dari pertumbuhan produksi industri logam dasar sebesar 18,03 persen pada semester I tahun 2021, lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Meningkatnya permintaan dari luar negeri menjadi alasan terjadinya peningkatan pada produksi logam dasar seperti besi, baja, dan lainnya. Hal tersebut membuat industri logam telah memberikan kontribusi yang baik bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ketua Umum V bidang investasi Laode Saeful Akbar mengungkapkan bahwa GAPENSI sangat mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi dalam memajukan sektor ini. Salah satu perusahaan yang disorot oleh Laode sebagai salah satu kontributor utama dalam kemajuan industri logam di tahun ini adalah PT. Krakatau Steel. Laode menyebutkan bahwa di awal semester 2021 saja, laba perusahaan tersebut tembus hingga 60% dibandingkan tahun lalu.

“Sungguh luar biasa. Di tengah kondisi sebagian besar aktivitas perdagangan dunia masih kurang baik karena pandemi yang terjadi, PT. Krakatau Steel mulai menunjukkan prestasi yang membanggakan. Bahkan kita sering mendengar info dan berita jika Krakatau Steel mengalami kerugian, namun di tahun ini justru sebaliknya,” ujar Laode pada hari Selasa (21/9).

Laode menyampaikan bahwa peningkatan produksi tersebut tentu telah mempengaruhi pergerakan nilai saham dari perusahaan yang dikenal sebagai produsen baja utama bagi Indonesia tersebut. Selama semester I tahun 2021 tersebut, perusahaan dengan kode saham KRAS diketahui merupakan yang tertinggi dari semester-semester sebelumnya, yakni 500,00-775,00. Kabar baik tersebut menurut Laode dapat dimanfaatkan oleh Krakatau Steel untuk terus berkembang dan memaksimalkan produksi agar dapat tercegah dari kerugian kembali.

“Kenaikan produksi, laba, dan sebagainya dari PT. Krakatau Steel tentu akan mempengaruhi jalan aktivitas sektor konstruksi di Indonesia. Sehingga tidak perlu diragukan lagi bahwa hal tersebut akan mendorong pembangunan infrastruktur guna pertumbuhan ekonomi negara dapat berjalan lebih mudah,” kata Laode.

Di hari yang sama, Presiden Jokowi baru saja meresmikan pabrik industri baja lembaran (hot strip mill) senilai Rp7,5 triliun milik PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di Kota Cilegon. Pabrik ini diklaim sebagai pabrik dengan teknologi modern terbaru kedua di dunia setelah pabrik yang dibangun di Amerika Serikat. Jokowi mengatakan pabrik ini akan memiliki kapasitas produksi hot rolled coil (HRC) sebanyak 1,5 juta ton per tahun. Diharapkan dari kegiatan produksi dari pabrik ini dapat memberikan kontribusi lebih bagi industri logam nasional dan tentunya industri-industri lainnya yang tak lepas dari peran logam tersebut