Sorini Agro Asia Corporindo akan Delisting dari Bursa Efek Indonesia

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 29 Mei 2017 - 11:40 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk (SOBI) berencana akan keluar dari Bursa Efek Indonesia (BEI), alias melakukan delisting secara sukarela dan atas kehendak Direksi dan Dewan Komisaris perseroan.

Untuk tindakan korporasi tersebut, manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan kesempatan kepada PT Bahana Sekuritas untuk mengalihkan saham produsen sorbitol tersebut.

Karena itu, BEI memutuskan untuk membuka kembali suspensi (penghentian sementara perdagangan) saham SOBI di pasar negosiasi selama 15 menit, yaitu dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 10.15 WIB pada Senin (29/05/2017).

Menurut keterangan BEI, Senin (29/05/2017), suspensi saham SOBI akan kembali diberlakukan setelah PT Bahana Sekuritas melakukan transaksi pengalihan tersebut.

Produsen sorbitol tersebut untuk pertama kalinya mencatatkan dan memperdagangkan sahamnya di BEI pada 1992. Tetapi pada 15 Agustus 2016, BEI melakukan suspensi saham SOBI. Selanjutnya pada 22 Mei 2017 manajemen SOBI mengirim surat kepada BEI mengenai pengalihan saham perseroan. Kemudian pada 24 Mei 2017, manajemen SOBI merevisi surat tersebut. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →