Menteri Bahlil Terang-terangan Sebut Sejumlah Negara Tetangga Sirik Lihat Indonesia Punya Pabrik Baterai Mobil Listrik

Oleh : Ridwan | Sabtu, 18 September 2021 - 08:10 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Indonesia menjadi negara pertama yang resmi memulai pengembangan kendaraan listrik di Asia Tenggara. Hal tersebut ditandai dengan dilakukannya groundbreaking proyek pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut ada negara tetangga yang sirik terhadap pembangunan pabrik baterai mobil listrik.

"Saya tidak perlu sebutkan negaranya, (dia) tidak ingin Indonesia menjadi salah satu negara produsen baterai di dunia," kata Bahlil dalam konferensi pers virtualnya (17/9/2021).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking pabrik industri baterai kendaran listrik PT HKML Baterai Indonesia di Karawang, Jawa Barat, Rabu (15/9/2021).

Pabrik yang akan dibangun dengan nilai investasi sebesar USD 1,1 miliar atau setara Rp 15,6 triliun yang merupakan pabrik industri baterai kendaraan listrik pertama di Asia Tenggara.

Karena menjadi pabrik baterai mobil listrik pertama inilah yang menyebabkan negara tetangga tersebut tak ingin Indonesia menjadi produsen baterai mobil listrik.

"Mereka ingin bahan bakunya saja ambil dari kita, kemudian mereka mau bangun di negara mereka supaya made in negara a, made in negara b. Nah, kita membaca gelagat ini," katanya.

Melihat gelagat itu, Indonesia pun buru-buru untuk menggandeng sejumlah investor asing untuk bersama-sama membangun pabrik ini.

"Nah ini pertama kali di Indonesia, di Asia Tenggara, dan untuk dunia ini adalah ekosistem yang kalau kita sudah bangun semuanya ini salah satu yang pertama juga di dunia dari tambang smelter, smelting, prekursor katoda, mobil kemudian batter cell dan recycle-nya itu pertama kali. Tapi ini akan terbangun semuanya di 2022," pungkasnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →