Luar Biasa! Ini Proyek Ponpes Binaan Yusuf Mansur di Jakarta yang Telan Biaya Capai Ratusan Miliar Rupiah, Subhanallah Megahnya...

Oleh : Ridwan | Senin, 06 September 2021 - 08:50 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) bersiap untuk membangun Pondok Pesantren (Ponpes) Modern dan Unggulan di tengah kota Jakarta bersama dengan Yayasan Daarul Qur’an Indonesia (DAQU) binaan Ustadz Yusuf Mansur. 

Proses perencanaan dan konsep bangunan yang mengusung ecofriendly concept dari bangunan pesantren ini sedang digarap oleh tim dari kedua belah pihak dibantu oleh Konsultan Arsitek ternama.

Bangunan yang berlokasi di Pasar Minggu Jakarta Selatan ini akan dinamakan Pesantren Daarul Qur’an Mandiri dilengkapi dengan fasilitas modern yang menunjang pendidikan santri termasuk unit asrama sekelas apartemen untuk tempat tinggal bagi peserta didiknya.

Repower dan Daarul Qur’an mempunyai visi yang sama dalam mendukung program Pemerintah mencetak generasi unggul di masa depan melalui pendidikan berbasis Pesantren di Indonesia.

Direktur Repower Asia Indonesia Tbk, Rully Muliarto mengatakan, para santrinya nanti selain hafal Al Quran dan memahami Ilmu Agama juga ditargetkan menguasai ilmu kekinian serta fasih menguasai berbagai bahasa di dunia.

"Di pesantren ini akan dilengkapi laboratorium 7 Bahasa, yaitu bahasa Arab, Inggris, Jerman, Prancis, Jepang, Mandarin dan Korea," kata Rullu beberapa waktu lalu.

Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2021 ini adalah tahap proses perencanaan dan perizinan, direncanakan ground breaking dilakukan di semester pertama tahun 2022, dengan lama pembangunan sekitar 18 bulan termasuk persiapan fasilitas belajar dan hunian dan diharapkan dapat mulai dipergunakan pada tahun ajaran 2023.

"Mohon doanya dan dukungannya dari semua agar tahun 2023 kita bisa memulai pembelajaran di pesantren ini," ungkap Pimpinan Yayasan Daarul Quran Indonesia KH Ahmad Jamil.

Proses realisasi pembangunan proyek pesantren ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman antara REAL dengan DAQU yang telah dilakukan pada hari Rabu 18 Agustus 2021 di Pesantren Putri Daarul Qur’an Cikarang, Bekasi yang menyepakati pembangunan dan pengembangan Pesantren Daarul Qur’an beserta sarana dan fasilitas pendukung di seluruh Indonesia. 

Selain itu kerja sama tersebut juga meliputi penyediaan perumahan untuk pimpinan, karyawan dan seluruh tenaga pendidik dan kependidikan pesantren Daarul Qur’an di seluruh Indonesia, dengan nilai total kerja sama sebesar Rp 825 miliar rupiah.

Lebih jauh Rully mengatakan dari total investasi Rp 100 miliar pembangunan pesantren di Pasar Minggu Jakarta ini, diharapkan perseroan di akan mendapatkan penghasilan sebesar Rp 152 miliar rupiah dan pendapatan berulang atau recurring income sebesar Rp 12,8 miliar per tahun.

"Untuk pembiayaannya proyek ini Alhamdulillah sudah ada beberapa bank syariah yang siap mendukung kami, InsyaAllah dalam waktu dekat ini kami ada tanda tangan juga," tegas Rully.

"Pola dan konsep kerja sama pembangunan pesantren ini akan menjadi model bagi pembangunan pesantren kerja sama antara REAL dan Daarul Qur’an di seluruh Indonesia ke depannya. Pesantren yang akan dibangun ini dilengkapi dengan dormitory atau asrama yang setara dengan apartment, dan bisa dijual kepada investor yang akan menghasilkan income rutin setiap bulan bagi pemiliknya dari sewa kepada pesantren," tutup Rully Muliarto.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →