Duh, Taliban Marah-marah Kena PHP AS Soal Warisan Helikopter dan Pesawat

Oleh : kormen barus | Sabtu, 04 September 2021 - 10:43 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta- Kemarahan Taliban itu terungkap dari hasil tur media televisi Al Jazeera ke Bandara Afghanistan.

Presenter Charlotte Beliis menyebutkan, Taliban berharap AS meninggalkan helikopter dan pesawat mereka dalam keadaan utuh.

Amerika meninggalkan 48 pesawat yang kemudian disita Taliban. Namun dari 48 pesawat itu, belum diketahui berapa yang masih bisa beroperasi.

Beliis kemudian menanyakan alasan Taliban merasa yakin bahwa AS meninggalkan pesawat dalam keadaan utuh.

"Mereka menjawab 'kami yakin ini adalah aset nasional. Kami adalah pemerinah sekarang. Kami tentu menggunakannya dengan baik," kata Beliis menirukan ucapan Taliban. Menurut Beliis, Taliban merasa diberikan harapan palsu (PHP) AS karena mendapatkan warisan persenjataan udara yang sudah dipreteli.

Seperti yang dikutip industry.co.id dari kompas.com, kemarahan milisi Taliban ini muncul karena AS mempreteli helikopter dan pesawat yang ditinggalkannya di Afghanistan.

Sebelumnya, AS melakukan demiliterisasi angkatan udara mereka di Afghanistan, sebelum memulangkan semua tentaranya dari negeri tersebut pada 30 Agustus waktu setempat.

Kata Beliis, Taliban berharap bandara bisa beroperasi kembali secepatnya sehingga warga bisa bepergian.

Dilaporkan juga, selain pesawat, AS juga meninggalkan aset lainnya berupa 70 kendaraan anti-penyergapan dan ranjau, dan 27 Humvee. Amerika juga meninggalkan 200 warganya di Afghanistan.

Kormen Barus

Pimpinan Redaksi

Kormen Barus adalah seorang jurnalis dan editor senior yang saat ini dikenal sebagai Pimpinan Redaksi di media portal berita nasional ⁠Industry.co.id. Ia juga memiliki rekam jejak sebagai jurnalis untuk portal Infomoneter dan Redaktur Pelaksana di Majalah Business Review. Selain aktif di dunia jurnalistik, ia adalah penulis yang telah menerbitkan karya di bidang lingkungan, seperti buku yang berjudul "Desa Mandiri Menuju Langit Biru di Bumi Khatulistiwa

Lihat semua artikel →