Waduh, 400 Warteg di Jakarta Timur Bangkrut! Masyarakat Siap-siap Engga Bisa Makan Enak

Oleh : Ridwan | Kamis, 19 Agustus 2021 - 08:40 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Ratusan Warung Tegal (Warteg) di Jakarta Timur (Jaktim) gulung tikar alias bangkrut akibat pandemi Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Koordinator Wilayah Kominitas Warteg Nusantara (Kowantara) Jakarta Timur, Nawawi.

Dijelaskan Nawawi, sejak penerapan PPKM yang diberlakuka  3 Juli 2021 lalu, telah mengakibatkan 400 warteg di Jaktim gulung tikar. 

Nawawi mengatakan, penyebab bangkrutnya warteg-warteg di bawah naungan Kowantara disebabkan mengalami penurunan omzet. 

"Bangkrutnya itu pertama karena enggak bisa bayar sewa, yang kedua pelanggan atau pembeli berkurang secara drastis akhirnya pemasukan lebih rendah ketimbang pengeluaran," ujarnya di Jakarta (18/8/2021).

Bahkan, jumlah tersebut dapat terus bertambah mengingat masih ada 2.000 warteg lagi di Jakarta Timur yang belum melaporkan hal tersebut kepada Kowantara selaku asosiasi yang membawahi warteg seluruh Nusantara.

"Kalau secara umum, saya pernah dapat laporan hampir 400-an warteg tutup, gulung tikar secara total enggak bisa buka lagi," katanya.

Nawawi menuturkan para pemilik warteg yang memutuskan gulung tikar kini tak dapat berbuat banyak. Sehingga, pemilik warteg yang aktif di Kowantara memutuskan tidak melanjutkan usahanya kemudian pulang kampung. 

"Laporan kemarin itu 30 persen (warteg) secara total bangkrut," ucapnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →