Mewahnya! Baju Dinas Anggota DPRD Kota Tangerang Bakal Pakai Merek Louis Vuitton, Ini Reaksi Ekonom
INDUSTRY.co.id - Jakarta - DPRD Kota Tangerang memasukkan sejumlah merek pakaian terkenal yang akan digunakan dalam pengadaan baju dinas tahun 2021. Merek Louis Vuitton, brand mewah asal Prancis, masuk dalam daftar bahan tersebut.
Selain merek Louis Vuitton, ada tiga merek mewah lainnya yang akan digunakan anghota DPRD Kota Tangerang antara lain, Lanificio Di Calvino, Theodoro, dan Thomas Crown. Brand tersebut rencananya dipakai oleh 50 anggota dewan. Anggaran pengadaan baju dinas itu mencapai Rp 675 juta.
Adapun, merek Louis Vuitton akan digunakan untuk pakaian dinas harian (PDH). Kemudian, merek Lanificio Di Calvino untuk pakaian sipil resmi (PSR). Untuk pakaian sipil harian (PSH) akan menggunakan merek Theodoro. Sementara itu, pakaian sipil lengkap (PSL) menggunakan Thomas Crown.
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira berpendapat dalam situasi krisis dan keterbatasan anggaran sebaiknya anggota dewan lebih bijaksana.
Menurutnya, keputusan DPRD Kota Tangerang menunjukkan minimnya empati dan keteladanan sebagai wakil rakyat di tengah kondisi Indonesia saat ini. Di sisi lain, kebutuhan untuk anggaran kesehatan dan perlindungan sosial di daerah terus membesar karena adanya PPKM.
"Janganlah belanja-belanja yang tidak urgen justru diprioritaskan. Saya tidak paham gunanya baju dinas dengan biaya yang mahal. Memangnya kalau anggota dewan baju dinasnya tidak ganti sampai 2022 kenapa?" kata Bhima di Jakarta (10/8).
Bhima menuturkan setiap pemborosan anggaran untuk hal yang manfaat ekonominya kecil, berarti tidak satu komando untuk mempercepat pemulihan ekonomi.
Sementara itu, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto menilai seharusnya pengadaan baju dinas anggota DPRD Kota Tangerang bisa mengutamakan produk dalam negeri.
"Pemerintah dan wakil rakyat harus jadi yang pertama memulai agar masyarakat ikut tergerak memakai produk nasional dan ikut berkontribusi memberdayakan UMKM," terangnya.
"Saat pandemi seperti sekarang sangat penting mengoptimalkan potensi ekonomi yang ada di domestik agar ekonomi segera lekas bangkit. Harusnya ditinjau ulang urgensi menggunakan brand internasional untuk baju seragam tersebut," sambung Eko.