Waduh Ngeri! Studi ITB: 112 Kabupaten/Kota Ini Bakal Tenggelam Pertama Kali, Bukan Jakarta...
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Peneliti Geodesi Institute Teknologi Bandung (ITB) Heri Andreas mengatakan, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan ITB setidaknya ada 112 Kabupaten/Kota yang memiki potensi tenggelam akibat penurunan tanah.
Untuk itu, Heri Andreas berharap pemerintah mengambil langkah-langkah pencegahan agar 112 Kabupaten/kota yang berpotensi tenggelam bisa dicegah dan terselamatkan.
"Sebagai informasi 112 Kabupaten/Kota punya potensi tenggelam, nggak cuma Jakarta saja," kata Heri Andreas, baru-baru ini.
"Hal ini mudah-mudahan sudah diketahui pemerintah dan sudah menjadi perhatian untuk mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat ya. Mudah-mudahan,".
Berdasar hasil penelitian tersebut, Heri Andreas pun menuturkan bukan DKI Jakarta yang berpotensi tenggelam untuk pertama akibat laju penurunan tanah.
Berdasarkan hasil penelitian, Kawasan Pantai Utara Jawa lebih berpeluang tenggelam jika dibandingkan dengan DKI Jakarta.
"Saat ini kita mesti lebih khawatir dengan beberapa wilayah pantura, Jawa Tengah, di Pekalongan, Semarang, dan Demak," kata Heri Andreas.
"Potensi tenggelamnya lebih besar dibandingkan Jakarta."
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyebut ada ancaman bagi RI. Dimana Jakarta terancam tenggelam dalam 10 tahun ke depan.
Hal tersebut diungkapkan Joe Biden dalam pidato sambutan di kantor Direktur Intelijen Nasional AS pada 27 Juli lalu.
Biden mengeluarkan pernyataan tersebut ketika berbicara soal perubahan iklim. Dikatakan Biden, perubahan iklim merupakan ancaman terbesar AS bila merujuk data dari Kementerian Pertahanan.
Menurut Presiden AS, perubahan iklim menyebabkan naiknya permukaan laut. Bahkan, ribuan orang bisa kehilangan tempat tinggal, mata pencarian hingga kehidupan.
"Jika pada kenyataannya permukaan laut naik dua setengah kaki lagi, Anda akan memiliki jutaan orang yang bermigrasi, memperebutkan tanah yang subur ..," ujarnya.
"... Apa yang terjadi di Indonesia jika proyeksinya benar bahwa, dalam 10 tahun ke depan, mereka mungkin harus memindahkan ibu kotanya karena mereka akan berada di bawah air?" paparnya.
Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pernyataan Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang mengatakan DKI Jakarta akan tenggelam 10 tahun mendatang tidak dianggap enteng.
"Pernyataan Joe Biden itu hendaknya jangan kita anggap enteng," tegas Anwar Abbas, seperti dikutip dari ANTARA (2/8/2021).
Anwar Abbas berharap ilmuwan tanah air yang memiliki tugas dan keahlian serta keilmuannya terkait masalah perubahan iklim dan pemanasan global untuk bersatu melakukan langkah-langkah serta studi.
Sehingga, kata Anwar Abbas, tidak ada kesan membiarkan persoalan menjadi berlarut-larut mengingat dampaknya berbahaya.
"Itu untuk disumbangkan kepada dunia dan kepada pemerintah sendiri tentang cara mengantisipasi persoalan tersebut," katanya.
Dalam pernyataannya, Abbas menuturkan perubahan iklim terjadi karena pesatnya pembangunan di seluruh dunia. Sementara itu, saat ini peredaran emisi karbon (CO2 emission) meningkatkan dan mendorong terjadinya kenaikan suhu, sehingga iklim pun berubah.
"Hal itu jelas akan menimbulkan dampak katastropik yang mengerikan, yang akan bisa mengancam dunia secara keseluruhan terutama negara kita Indonesia dan lebih-lebih lagi (Ibu) Kota Jakarta," ujarnya.
Di samping itu, kondisi permukaan tanah di Jakarta saat ini menurun setiap tahunnya. Sementara, naiknya permukaan air laut karena pemanasan global menyebabkan mencairnya es yang ada di Kutub Utara dan Selatan.