Ya Ampun Miris & Sedih! 20% dari 6.000 Pedagang Pasar di Kota Bekasi Gulung Tikar

Oleh : Ridwan | Kamis, 05 Agustus 2021 - 19:05 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Bekasi - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bekasi mencatat sebanyak 10-20% pedagang di sejumlah pasar di Kota Bekasi gulung tikar akibat terdampak pandemi Covid-19.

Adapun persentase tersebut diambil dari total jumlah pasar di Kota Bekasi sebanyak 15 pasar dan diperkirakan ada 6.000 pedagang di dalamnya.

"Dari 6.000 pedagang, sekitar 10-20% pedagang mengalami kebangkrutan akibat adanya pandemik Covid-19," ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bekasi, Tedy Hafni, Kamis (5/8/2021).

Dijelaskan Tedy, pedagang yang mengalami kebangkrutan, mereka tidak hanya berasal dari Kota Bekasi saja, melainkan juga ada pedagang yang berasal dari luar daerah.

"Yang sudah tutup ada, karena kan pedagang itu banyak orang luar ya, bukan hanya orang sini saja, ada juga yang sudah usahanya, persentasenya 10-20%, tergantung pasarnya juga," ujarnya.

Terlebih di dalam masa PPKM Level 4 sendiri Kota Bekasi untuk aturan jam melalui pasar tradisional yang menjual barang keperluan sehari-hari (esensial) dapat buka dari pukul 06.00-20.00 WIB. Sedangkan yang menjual barang nonesensial hanya buka sampai pukul 15.00 WIB.

"Untuk itu, butuh pelonggaran jam operasional untuk pedagang," terangnya.

Tedy berharap dengan adanya pelonggaran jam operasional dapat membuat perekonomian pedagang di pasar kembali bangkit dari kelesuan akibat pandemi Covid-19.

"Dengan dibukanya itu mudah-mudahan itu akan mendorong kembali (perekonomian) kemudian juga ke depannya mereka (pedagang pasar) lebih bersemangat lagi untuk berupaya, berusaha, " tutup Tedy.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →