Pagi ini, IHSG Dibuka Turun ke Posisi 5.678

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 24 Mei 2017 - 10:29 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka ke posisi 5.678,39, turun 52 poin, atau 0,9%, pada sesi pertama perdagangan Rabu (24/05/2017). Penurunan itu disebabkan oleh penurunan harga 575 saham yang ditransaksikan pada pagi ini. Sementara itu, hanya sekitar 9 saham yang mengalami kenaikan harga, 4 saham stagnan dan 544 saham belum ditransaksikan.

Total nilai transaksi perdagangan saham tercatat sebesar Rp53 miliar dengan volume sebanyak 15 juta unit. Sementara itu, investor asing melakukan aksi beli saham bersih (net buying) seniai Rp7 miliar dengan volume pembelian sebanyak 1 juta unit saham.

Seluruh indeks sektoral BEI mengalami penurunan. Indeks sektor konsumer mengalami penurunan paling dalam, yaitu sebesar 1,51% atau 38,44 poin ke posisi 2.505. Kemudian diikuti oleh penurunan indeks sektor manufaktur dan indeks sektor keuangan yang masing-masing tergerus 1,08% dan 0,91%.

Saham-saham LQ45 yang harganya mengalami penurunan pada pembukaan sesi pertama pagi ini dan menjadi top losers adalah saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang harganya tergerus Rp18, atau 4,5%, menjadi Rp380 per unit, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang susut Rp250, atau 3,7%, menjadi Rp6.575 per unit dan saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) yang harganya turun 400, atau 2,5%, menjadi Rp15.500 per unit.

Sementara itu, saham-saham LQ45 yang harganya naik dan menjadi top gainers adalah saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI) yang harganya naik Rp80, atau 3,5%, menjadi Rp2.380 per unit, saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) yang harganya menguat Rp600, atau 3,3% menjadi Rp18.600 per unit dan saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang harganya meningkat Rp40, atau 2,8%, menjadi Rp1.475 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →