Pengusaha Pribumi Harap-harap Cemas, Minta PPKM Level 4 Berakhir atau Diturunkan Levelnya...

Oleh : Ridwan | Senin, 02 Agustus 2021 - 15:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Para pengusaha mulai harap-harap cemas, menanti apakah kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 akan diperpanjang atau diturunkan levelnya.

Seperti diketahui, PPKM level 4 akan berakhir pada hari ini, Senin 2 Agustus 2021.

Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang mengatakan, pengusaha berharap PPKM level 4 berakhir hari ini. Dengan begitu, sektor usaha yang tutup selama sebulan dapat beroperasi kembali.

"Kalaupun masih diperpanjang, kami berharap levelnya bisa diturunkan dari PPKM level 4 ke PPKM level 3. Khususnya di DKI Jakarta, dengan pertimbangan bahwa angka kasus COVID-19 dalam seminggu terakhir tren menurun," jelas Sarman melalui keterangan resminya di Jakarta, Senin (2/8/2021).

Sarman kemudian melampirkan data bahwa per tanggal 1 Agustus terjadi penurunan sebanyak 2.701 kasus atau 0,33 persen untuk kasus di DKI Jakarta. 

"Ini bisa dijadikan acuan menurunkan level pengetatan," terang Sarman.

Ia pun menjamin, pengusaha akan berkomitmen untuk menjaga protokol kesehatan. Di samping tentunya mendukung berbagai program pemerintah seperti vaksinasi di kalangan pekerja.

Saat ini, jelas Sarman, pelaku usaha mikro kecil sudah mulai dapat beroperasi sejak pemberlakuan perpanjangan PPKM level 4 pada 26 Juli hingga 2 Agustus 2021. Jika semakin diberi kelonggaran, lanjutnya, akan semakin membangkitkan optimisme pelaku usaha.

"Nasib para pengelola mal dan para pemilik toko di dalamnya, juga berbagai sektor usaha jasa dan pariwisata masih menunggu keputusan pemerintah hari ini. Jika diperpanjang tentu akan sangat menyulitkan kelangsungan usaha," paparnya.

"Jika pemerintah mengizinkan mal buka, bisa menjadi opsi bahwa yang boleh berkunjung ke mal adalah yang memiliki sertifikat vaksin," tandas Sarman.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →