Kluster 10 Juta Ton Baja Cilegon Serap 420 Ribu Tenaga Kerja

Oleh : Ridwan | Selasa, 23 Mei 2017 - 13:34 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Direktur Utama PT Krakatau Steel, Tbk (KS), Mas Wigrantoro Roes Setyadi menyampaikan, PT KS dan POSCO telah bekerjasama membangun klaster untuk mendukung produksi hingga 10 juta ton baja di Cilegon, Banten.

Saat ini, kapasitas produksi PT KS jika digabungkan dengan PT Karakatau Posco yang merupakan perusahaan patungan PT KS dan Posco, telah mencapai 4,5 juta ton. Kapasitas produksi ini akan meningkat kembali dengan beroperasinya kembali pabrik HSM2 yang berkapasitas 1,5 juta ton pada akhir 2019. Sehingga total akan mencapai 6 juta ton.

"Dengan angka itu, artinya hanya perlu menambah 4 juta ton untuk mencapai proyek 10 juta ton dari klaster tersebut," ungkap Mas Wigrantoro Roes Setyadi dalam acara 'Steel Cenference' di Kantor Kemenperin, Jakarta (23/5/2017).

Mas Wig menjelaskan, klaster baja Cilegon ini bakal menghasilkan baja gulungan untuk konstruksi, baja lembaran untuk peralatan rumah tangga, perkapalan, mobil, hingga baja lembaran berkulitas tinggi.

"Seperti diketahui, konsumsi baja nasional pada tahun 2016 meningkat tajam sebesar 12,67 juta ton," terangnya.

Di sisi lain, CEO POSCO, Ohjoon Kwon mengatakan, klaster 10 juta ton baja dapat memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja sebesar 420.000 orang sekaligus mendorong produksi sebesar USD 6,8 miliar dengan peningkatan PDB sekitar 0,4 persen.

"Posco telah memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi di Korea dalam industri berat maupun manufaktur. Dan kami pun siap berkintribusi untuk kemajuan industri di Indonesia," paparnya.

POSCO dan perusahaan pengguna baja di Korea telah mengembangkan daya saingnya melalui pertumbuhan bersama. Saat ini, POSCO memasok produk baja produk baja berbiaya rendah dan berkualitas tinggi.

"Diharapkan, industri berat dan perusahaan manufaktur menjaga pertumbuhan industrinya dengan memperluas biaya daya saing dan perusahaan-perusahaan yang telah tumbuh ini menciptakan siklus yang baik terhadap permintaan baja yang lebih banyak," tutupnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →