Jokowi Tegor Menkes, Jangan Tahan Stok Vaksin, Langsung Habiskan! Netizen: Mantap, Biar Indonesia Bisa Buka Masker
INDUSTRY.co.id - Jakarta, Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan bahwa kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Pulau Jawa dan Bali sudah berlangsung dua pekan lamanya.
Selain itu, Presiden Jokowi juga meminta keada jajarannya khususnya Menteri Kesehatan untuk memoercepat pelaksanaan vaksinasi di sejumlah wilayah di Indonesia.
"Hari ini, saya meminta jajaran pemerintah untuk mempercepat vaksinasi pada tiga di provinsi di Pulau Jawa dengan jumlah suntikan yang masih rendah," ungkap Jokowi seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id dari unggahannya di akun Facebook miliknya pada Minggu (18/7/2021).
Dikatakannya lebih lanjut, Tiga provinsi itu adalah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Banten. Menurut Jokowi, ketiganya baru mencapai 12 sampai 14 persen pencapaian vaksinasi.
Angka tersebut menurut Jokowi sangat jauh di bawah Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Bali yang telah mencapai lebih dari 70 persen dosis vaksin.
"Untuk itu saya minta kepada Menteri Kesehatan agar tidak perlu menahan stok untuk vaksin. Begitu vaksin dikirim, langsung dihabiskan," tandasnya.
"Stok vaksin hanya tersedia di Bio Farma. Kita ingin melakukan vaksinasi secepat-cepatnya, demi mengejar kekebalan komunal di masyarakat," pungkas Jokowi.
Asal tau saja, hingga berita ini dibuat, unggahan Kepala Negara tersebut telah disukai lebih dari 32 ribu dan menuai beragam komentar masyarakat.
"Mantap biar Indonesia bisa buka MASKER," sebut Rosiantauli Nainggolan.
"Smoga vasinasih brjln lancar,Trimah ksih Pa Deh, Aamiin," imbuh Rika Akbar.
"Pak sosialisasi dibanten rendah, bahkan banyak warga yg tidak tau mesti vaksin kemana?," tulis Arie Pringgo.
Selain soal vaksin, banyak pula masyarakat yang meminta kepada Presiden Jokowi agar tidak memperpanjang kebijakan PPKM Darurat.
"STOP PPKM PAK, kasian yang jualan mau ngasih makan apa ke anak istrinya ," ujar Aghta Putri.
"Pak Presiden, jangan diperpanjang ya pak PPKM nya," sebut Putri Mentari.
"Pak Presiden Joko Widodo ppkm dbali jgn dperpanjang pak.. susah cari sesuap nasi pak...mohon dpertimbangkan lagi pak kasihan warga yg gak punya apa"..," ujar Uli Widari.
"Dlm komen banyak yg tdk suka,tp di banding like tdk ada apa2nya, komen cuma 3,85i sedang yg like 32,261 ,ini menunjukan dukungan pd PK Jokowi memang luar biasa banyaknya," tukas Bimo Hidayatullah.