Kuncurkan Rp 10 Miliar, Sicepat Ekspres Gandeng Kemenkes dan Telemedicine Bantu Distribusi Obat dan Vitamin Bagi Pasien Covid
INDUSTRY.co.id, Jakarta-Jumlah kasus positif Covid-19 masih terus melonjak dalam waktu sepekan belakangan. Data dari Kemenkes pada Selasa (6/7/2021) menunjukkan sebanyak 29.745 kasus positif terkonfirmasi di 34 provinsi Indonesia, sedangkan wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat masih menjadi penyumbang angka terbesar.
Presiden Joko Widodo meminta seluruh program pemberian bantuan sosial dapat disalurkan kepada masyarakat penerima pada pekan ini. Bansos tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat di tengah kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dalam keterangan pers secara virtual selepas sidang kabinet paripurna yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo pada Senin, 5 Juli 2021.
“Kemudian perlindungan sosial, ini tadi instruksi Bapak Presiden agar dilakukan akselerasi pembayarannya minggu ini, terutama PKH (Program Keluarga Harapan) untuk dimajukan triwulan ketiga ini bisa dibayarkan di bulan Juli sehingga bisa membantu masyarakat,” ujar Sri Mulyani.
“Kartu sembako yang sekarang ini jumlah targetnya 15,93 juta penerima, bisa dinaikkan lagi targetnya ke 18,8 juta, dan bantuan tunai untuk 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) selama 2 bulan, akan dibayarkan pada bulan Juli ini,” tambahnya.
Akselerasi pemberian bantuan sosial di bulan Juli juga berlaku untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa. Menkeu menyebut BLT Desa yang saat ini baru mencapai 5 juta penerima dapat dinaikkan sesuai pagu menjadi 8,8 juta penerima. Selain itu, Menkeu juga memastikan pemberian bantuan sosial berupa bantuan kuota internet bagi dunia pendidikan akan tetap diberikan.
“Untuk bansos ini, bantuan kuota internet kepada 27,67 juta penerima yang terdiri dari siswa, mahasiswa, tenaga pendidik, guru, dan dosen akan tetap diberikan,” lanjutnya.
Sicepat Peduli
Melalui program SiCepat Peduli, SiCepat Ekspres mengalokasikan dana senilai Rp 10 miliar dalam rangka membantu Pemerintah untuk upaya penanggulangan Covid-19. SiCepat Ekspres secara aktif menyalurkan bantuan dan berkolaborasi dalam program Pemerintah yang melibatkan Kementerian Kesehatan, Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Jawa Barat.
SiCepat Ekspres telah menyalurkan bantuan berupa 1.011 tempat tidur senilai Rp 1 miliar kepada Pemprov DKI Jakarta untuk mendukung penyediaan fasilitas isolasi bagi para pasien Covid-19 di Rusun Nagrak dan Rusun Pasar Rumput. SiCepat juga akan mendonasikan senilai Rp 1 miliar untuk pemenuhan kebutuhan ekstensi 31 Rumah Sakit di Jakarta.
Selain bantuan tersebut, SiCepat Ekspres berkolaborasi bersama Kemenkes dan platform digital Telemedicine dalam mendukung distribusi obat dan vitamin bagi para pasien Covid-19 yang sedang menjalani masa isolasi mandiri di rumah. SiCepat Ekspres akan mengambil obat dan/atau vitamin dari Apotek Kimia Farma kemudian mengirimkannya ke alamat pasien secara gratis.
Pendistribusian obat gratis juga dilakukan bersama Pemprov Jawa Barat melalui fitur Isolasi Mandiri yang diberi nama Pikobar dengan menggunakan platform yang dibuat oleh Clodeo. Bekerjasama dengan PT Logitek Digital Nusantara (LDN) sebagai platform digital, SiCepat memberikan gratis ongkos kirim bagi pasien Covid-19 yang sedang isolasi mandiri di rumah.
CEO SiCepat Ekspres The Kim Hai menyampaikan, “Kami mengalokasikan dana sebesar Rp 10 Miliar ini untuk membantu program pemerintah dalam upaya penanggulangan penderita Covid-19 yang kesulitan mendapatkan obat-obatan, dilakukan secara daring dan dengan cara mendistribusikannya tanpa mengenakan biaya ongkos kirim. Semoga hal ini bisa membantu masyarakat dan pandemi ini segera berakhir.”
Bagi para pasien Covid-19 yang sedang menjalani masa isolasi mandiri di rumah dan membutuhkan obat dan/atau vitamin di wilayah DKI Jakarta, dapat mengakses layanan telemedicine melalui 11 platform yakni Alodokter, GetWell, Good Doctor, Halodoc, KlikDokter, KlinikGo, Link Sehat, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, dan YesDok. Untuk wilayah Jawa Barat, pasien dapat mengakses layanan Fitur Isolasi Mandiri Pikobar melalui website ttps://linktr.ee/pikobarjabar