Warga RI Bikin Heboh, Panik Rebutan Susu Beruang! Pakar IDI Geleng-geleng: Itu Bukan Obat Covid-19, Bersikaplah Dewasa...

Oleh : Candra Mata | Senin, 05 Juli 2021 - 13:43 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Aksi panic buying produk susu beruang (bear brand) kembali menghebohkan masyarakat termasuk di media sosial, Twitter. 

Pasalnya, dalam video panic buying susu beruang berdurasi 29 detik yang trending di Twitter tersebut, tampak masyarakat ramai-ramai berebutan untuk memborong produk susu beruang. 

Mereka meyakini susu tersebut berkhasiat menangkal dan menyembuhkan virus covid-19.

Sejatinya, berkat aksi yang marak diberbagai tempat tersebut, kini susu beruang langka dipasaran. Dan bilapun ada, harganya dijual dengan sangat tinggi yakni berkisar antara Rp15 ribu per kaleng.

Padahal harga normal susu tersebut dipasaran sebelumnya untuk satu kaleng dibawah Rp9 ribu.

Menanggapi fenomena itu, Ketua Satgas Covid-19 Profesor Zubairi Djoerban mengaku resah dan tak habis pikir dengan kelakukan sejumlah warga Indonesia tersebut.

"Saya geleng-geleng lihat video orang rebutan beli susu," ujar Prof Zubairi seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co id dari keterangannya di akun Twitter @profZubairi pada Senin (5/7/2021).

Ia menegaskan susu itu bukanlah obat covid-19 dan masyarakat seharusnya bisa bersikap lebih bijak dengan mencari informasi yang tepat.

"Susu beruang untuk mengobati covid-19, ya tentu saja tidak bisa, susu beruang tak bisa mematikan virus SARS-CoV-2 penyebab covid-19," kata Zubairi.

"Bersikaplah dewasa dan jangan suka menimbun sesuatu. Itu sama sekali tidak perlu," tegasnya.

Menurutnya, kandungan protein tidak hanya terdapat di susu. Ada daging atau telur. 

"Anda bisa baca itu di buku-buku tentang nutrisi atau Google," tandasnya.

Untuk diketahui, unggahan Prof Zubairi tersebut juga diamini oleh sejumlah netizen. Selain heran, mereka juga turut menyesalkan aksi latah dan tak bertanggung jawab dari masyarakat tersebut.

"Saya juga heran prof, kata Azurasalsa.

"Orang kita banyak latah...minim mikir dulu. Mungkin akibat menurunnya minat baca dan minat mikir..Atau panic maniak," ungkap Thevine.

"Masalahnya sibuk baca pesan berantai dari sosmed Prof. Dan biasanya informasi di web kadang tidak mudah dipahami, jadinya yaa begitu," kata Ilhamw_k.

"Saya ketawa aja prof waktu ada peristiwa panic buying itu, wong susu yg di buat rebutan sama yg merk lain itu sama aja lho komposisinya.," tutur Handr_Y.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →