Ngab! Kasus Covid Jakarta Pecah Rekor, Rumah Sakit Kolaps, Gubernur Anies: Yuk, Sabtu Minggu Dirumah Saja...
INDUSTRY.co.id - Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan penjelasan kepada publik terkait perkembangan kasus covid-19 terkini di wilayah ibu kota yang semakin mengkhawatirkan.
Momen tersebut terungkap dari unggahan video live Anies dari dalam mobil yang diunggahnya di jejaring sosial media @aniesbaswedan beberapa waktu lalu.
"Saya ingin minta perhatian semua untuk lebih hati-hati terutama akhir pekan ini. Jakarta dalam kondisi yang belum baik , pandemi gelombang kedua ini masih melanda Jakarta," tutur Anies seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Sabtu pagi (26/6/2021).
Dijelaskannya lebih rinci, Jakarta dalam beberapa pekan ini sedang mengalami lonjakan kasus yang luar biasa.
Dimana pada Kamis kemarin sebanyak 7505 kasus baru dilaporkan.
"Ini menjadi rekor tertinggi di Jakarta," jelas Anies.
Selanjutnya, pada hari Jumat (25/6), kasus harian baru di Jakarta mencapai 6934 kasus harian baru.
Sementara itu, lanjut Anies, jumlah kasus aktif di Jakarta atau jumlah orang yang sudah terkonfirmasi positif baik dirawat di rumah sakit maupun isolasi mandiri juga mengalami peningkatan, yakni mencapai lebih dari 40 ribu kasus aktif.
"Ini jauh lebih tinggi dari kasus aktif tertingi di gelombang pertama tahun lalu yang berjumlah 27 ribu kasus aktif," ungkapnya.
Untuk itu, menurut Anies, pihaknya terus berusaha menekan laju pertumbuhan kasus covid-19 di Jakarta.
"Kita terus kerja keras, memastikan mengamankan keselamatan warga," tegasnya.
Selain itu, saat ini menurut Anies, pihaknya telah melakukan peningkatan testing sebanyak 13,5 kali lipat dari standar yang ditetapkan oleh WHO.
"Testing kita sangat tinggi, kalau di hitung dari proporsi nasional maka 40 sampai 50 persen testing di Indonesia itu dilakukan di Jakarta," papar Anies.
Dalam kesempatan itu, Anies juga menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya keras meningkatkan kapasitas rumah sakit yang ada di Jakarta untuk menampung melonjaknya pasien yang terpapar covid.
"Bahkan saat ini, kita gunakan tenda darurat di depan rumah sakit. Jadi kalau warga datang harus diperiksa bisa pakai tenda darurat itu," ujarnya.
Dan menurut Anies, kalau saja sejak dua minggu lalu Pemprov DKI tidak meningkatkan kapasitas rumah sakit maka kemungkinan besar di minggu ini seluruh rumah sakit Jakarta sudah penuh 100 persen.
"Bisa kolaps!," ujarnya.
"Tapi alhamdulillah, dengan adanya penambahan yang luar biasa, sejauh ini pasien masih bisa tertangani," tegas Anies.
Namun diakuinya, saat ini penambahan kapasitas itu seperti tengah berlomba-lomba, dimana satu sisi kapasitas isolasi bertambah, tapi disisi lain jumlah kasusnya juga terus meningkat.
"Bahkan, sekarang ini rumah susun saja seperti rusunagrap, rusun pasar rumput, kuta siapkan untuk menampung isolasi terkendali," imbuh Anies.
Selanjutnya, Anies mengungkapkan bahwa Jakarta saat ini memiliki tingkat positivity rate diatas 30 persen, padahal menurutnya angka ideal dibawah 5 persen.
Tak hanya itu, bahkan keterisian rumah sakit saat ini sudah diatas 90 persen.
Sejatinya, keterisian rumah sakit idealnya dibawah 60 persen.
Kemudian, kasus covid pada anak di Jakarta saat ini juga masih relatif sangat tinggi bahkan dengan varian baru ini penularannya lebih cepat.
"Lalu pemakaman dengan protap covid juga sangat tinggi di Jakarta," ungkap Anies.
Untuk itu, Ia kembali menekankan bahwa pihaknya bersama TNI Polri terus menerus bekerja keras, berupaya meningkatkan pengawasan dan pengendalian diberbagai tempat di Jakarta.
Laku, pihaknya juga terus mempercepat program vaksinasi di Jakrta. Dimana menurut Anies, saat ini rata-rata vaksinasi telah mencapai diatas 100 ribu perhari.
Bahkan menurutnya pada hari Rabu kemarin, vaksinasi bisa mencapai 150 ribu orang perhari.
"Jadi target kita secara angka alhamdulillah terpenuhi," ujarnya.
Untuk itu, Ia kembali mengimbau dan mengingatkan semua warga agar bisa terus mematuhi protokol kesehatan dan khusus pada Sabtu Minggu ini, dirinya mengajak semua warga untuk tetap melakukan aktivitas dirumah saja.
"Yuk kita sama-sama sadari bahwa virus ini masih ada disekitar kita, penularannya lebih cepat, banyak saudara-saudara kita yang terpapar, dengan situasi itu yuk dirumah aja. Hari sabtu hari minggu kita dirumah, kalau tidak ada keperluan mendesak tidak usah berpergian. Jadi pilihannya itu pergi beresiko atau dirumah Insya Allah aman," tukas Anies.
"Kasihan saudara-saudara kita tenaga medis yang dirumah sakit yang bekerja nonstop untuk menyelamatkan, mengobati seluruh warga yang terpapar. Jadi mari kita solid, mari kita kompak, yuk Jakarta Sabtu Minggu dirumah saja. Akhir pekan ini yuk dirumah saja," tutup Anies.