Goks! Bangun Fasilitas Perakitan Kendaraan Listrik, Grup Bakrie Siapkan Duit Rp 1 Triliun

Oleh : Ridwan | Jumat, 25 Juni 2021 - 20:40 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Grup Bakrie menyiapkan dana USD 80 juta atau lebih dari Rp 1 triliun untuk mengembangkan bisnis kendaraan listrik. Melalui Bakrie Autoparts yang merupakan anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk, Perseroan akan membangun fasilitas perakitan kendaraan listrik di Bakauheni, Lampung.

Presiden Direktur PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), Anindya Novyan Bakrie menjelaskan, dari total dana yang disiapkan itu sebesar USD 50 juta untuk membangun fasilitas perakitan di Lampung.

"Akhir tahun ini Perseroan berencana melakukan ground breaking fasilitas perakitan kendaraan listrik di atas lahan seluas 5 hektar di Bakauheni, Lampung. Fasilitas assembly line ini konstruksinya direncanakan akan berlangsung selama 6 bulan dengan nilai investasi sekitar USD 50 juta," kata Anindya dalam pernyataan pers secara virtual, Jumat (25/6).

Sementara dana selebihnya, yaknis USD 30 juta akan digunakan untuk pengembangan proyek bus listrik. 

"Dana tersebut bersumber dari kas internal dan Quantum Venture Fund," terangnya.

Bus listrik hasil kerja sama Grup Bakrie dengan industri otomotif China, BYD Automotive Co Ltd, itu siap dipasok ke Transjakarta. Anindya menjelaskan, sebanyak 100 unti ditarget akan diserahkan tahun ini. Dari jumlah itu, 20 di antaranya disiapkan untuk dioperasikan Juni ini.

Lebih lanjut, pria yang sering disapa Anin ini menjelaskan, kerja sama bisnis bus listrik dengan BYD Automotive Co Ltd ini telah diinisiasi sejak 2018. Kerja sama tersebut telah menyepakati 4 tahap pengembangan serta produksi bus listrik.

Tahap pertama yaitu importasi dan unjuk produk, tahap kedua penetrasi pasar, tahap ketiga initial commercialization dan manufacturing, serta terakhir full commercialization.

Anin menyebutkan bus listrik Bakrie Autoparts-BYD merupakan bus listrik pertama di Indonesia yang telah lulus baik secata proses homologasi, ketentuan legalitas maupun teknis untuk diujicoba secara komersil oleh Transjakarta.

Pihaknya menargetkan nantinya tidak hanya bisa memasok bagi Kota Jakarta saja, namun juga ke daerah lain.

"Daerah-daerah lain diharapkan akan mengikuti segera," tandas Anindya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →