Hari ini, IHSG Diprediksi akan Sentuh Level 5.595

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 18 Mei 2017 - 10:19 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan melanjutkan tren penurunan dan menyentuh level 5.595 pada perdagangan Kamis (18/05/2017) setelah kemarin ditutup turun ke level 5.615.

“Peluang kenaikan IHSG kembali tertutup, akibat maraknya aksi jual, terutama dengan kembali melemahnya sejumlah harga komoditas dan imbas kejatuhan bursa saham regional,” ujar Reza Priyambada, analis PT Binaartha Parama Sekuritas, di Jakarta, Kamis (18/05/2017).

Menurut dia, laju IHSG bisa kembali mengalami pelemahan yang disebabkan oleh tingginya volume jual, namun diharapkan kondisi tersebut dapat mereda untuk memunculkan momentum pembalikan arah menjadi menguat.

“Karena itu, pelaku pasar diharapkan dapat lebih selektif, sehingga tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat laju IHSG kembali melemah,” ujar Reza.

Dia mengatakan, pada perdagangan kemarin IHSG ditutup melemah 0,56 persen ke level 5.615. Titik support pertama dan kedua berada pada level 5.594 dan 5.574, sedangkan titik resisten pertama dan kedua berada di posisi 5.650 dan 5.685.

Kendati demikian, menurut Reza, peluang pelemahan lanjutan pada perdagangan hari ini dapat dimanfaatkan para pelaku pasar untuk mengakumulasi saham-saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Medco Energy International Tbk (MEDC), PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Timah Tbk (TINS). (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →