Ketum IMI Tinjau Lahan Pembangunan Sirkuit Balap Internasional Batam

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 05 Juni 2021 - 17:00 WIB

INDUSTRY.co.id - Batam - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo (Bamsoet) meninjau lahan pembangunan sirkuit balap internasional di Batam. Terletak di wilayah Nongsa, sirkuit internasional Batam akan dibangun di lahan milik Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam), seluas 154 hektar.

"Lokasi Batam sangatlah strategis. Berdekatan dengan Singapura dan Malaysia. Didukung pula infrastruktur bandara dan pelabuhan internasional serta banyaknya hotel berbintang. Keberadaan sirkuit internasional Batam ini akan semakin menarik wisatawan mancanegara datang ke Batam," ujar Bamsoet usai meninjau lahan pembangunan sirkuit balap internasional Batam, Kepulauan Riau, Jumat (4/6/21).

Turut serta Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Walikota Batam/Kepala BP Batam Muhammad Rudi serta Direktur Pengelolaan Lahan Ilham Eko Hartawan. Hadir pula pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat antara lain Dewan Pembina Tinton Soeprapto, Dewan Pengawas Kombes (Pol) Syamsul Bahri, Hubungan antar Lembaga Junaedi Elvis serta Publikasi dan Media Sosial Dwi Nugroho.

Ketua DPR RI ke-20 ini menuturkan sirkuit internasional Batam akan digunakan untuk menggelar berbagai ajang otomotif dunia. Mulai dari balap mobil sport, balap motor Moto GP hingga Formula 1.

"IMI juga berencana menghadirkan beberapa sirkuit balap internasional dari wilayah timur hingga barat. Setelah sirkuit internasional Sentul dan Mandalika, IMI akan membuat sirkuit internasional di Tanjung Lesung, Bali serta Batam," kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini optimis keberadaan sirkuit internasional Batam mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Batam. Pemasukan terbesar PAD Batam saat ini bersumber dari pariwisata, seperti pajak tempat hiburan, hotel dan restoran.

"Realisasi pendapatan pajak restoran di Batam pada tahun 2020 mencapai sekitar Rp 61,378 miliar. Sementara, PAD Kota Batam dari hotel mencapai sekitar Rp 40,864 miliar. Jika nanti sirkuit internasional Batam sudah berfungsi, tentu PAD Batam akan meningkat tajam. Seiring banyak masuknya wisatawan lokal dan asing dari Singapura, Malaysia dan negara lainnya," urai Bamsoet. 

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, penyelenggaraan balapan motor internasional, seperti Formula 1, terbukti mampu mendatangkan pemasukan negara sangat besar. Pendapatan Singapura sejak pertama menggelar Formula 1 pada tahun 2018, telah mencapai 168 juta dollar Singapura. Setiap tahunnya Singapura rata-rata mendapat 140 juta hingga 150 juta dolar Singapura dari penyelenggaraan Formula 1. Sementara, Kota Baku, ibu kota Azerbaijan, mendapatkan pemasukan mencapai 506 juta dolar AS selama empat tahun menyelenggarakan Formula 1.

"Animo masyarakat Indonesia menyaksikan balap Formula 1 juga sangat besar. Singapore Tourism Board (STB) menargetkan sedikitnya 5.000 penonton dari Indonesia datang menonton setiap balapan Formula 1 di Singapura. Sementara, jumlah penonton Formula 1 di Sirkuit Sepang Malaysia mencapai 6.000 dari sekitar 130 ribu penonton yang datang," pungkas Bamsoet.