Dahsyat! Menko Luhut: Maluku Utara Bakal Diguyur Duit Ratusan Triliun, Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja

Oleh : Ridwan | Jumat, 04 Juni 2021 - 09:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves), Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi masuknya investasi ratusan triliun di dua pulau Maluku Utara.

Investasi tersebut diperkirakan akan menyerap puluhan ribu tenaga kerja di tahun depan.

Hal itu, disampaikan Luhut dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Provinsi Maluku Utara pada (2/6) secara virtual.

Investasi itu masuk dalam bagian Program Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri Teluk Weda dan Kawasan Industri Pulau Obi.

Luhut merinci, Kawasan Industri Teluk Weda akan dibangun di atas lahan seluas 8.000 hektar dan pada tahun 2022 nanti. Diperkirakan ada 19.300 orang pekerja yang bakal terserap dalam program padat karya itu.

Sementara, Kawasan Industri Pulau Obi dengan luas 12.000 hektar dan sudah memperkerjakan 9.800 orang. Kedua kawasan ini, sebut Luhut mengolah dan memproduksi besi, nikel, dan prekursor baterai listrik.

"Diperkirakan nantinya nilai investasinya bisa sampai 23 miliar dolar AS (Rp 328,4 triliun)," kata Luhut.

Dia berharap, investasi ratusan triliun itu berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat.

Selain Luhut, Rakor itu juga diikuti Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, Mendagri Tito Karnavian, Menteri KP Wahyu Trenggono, Menhub Budi Karya dan Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba.

Menteri Sofyan, dalam paparannya berharap agar inisiatif swasta berinvestasi di kedua kawasan ini perlu didukung. Agar implementasi operasionalnya bisa berjalan signifikan.

Sejauh ini, infrastruktur pelayanan dasar di Maluku Utara pun belum memadai dan merata. Mulai dari akses internet, daya saing wilayah, ketersediaan jalan sebagai infrastruktur penunjang konektivitas, hingga daya ungkit transportasi antarwilayah.

Sementara Mendagri menyinggung keberadaan Maluku Utara yang sudah dibentuk sebagai provinsi sejak tahun 1999."Sejak saat itu Sofifi menjadi ibukotanya,” ingat Mendagri Tito.

Menurutnya, perlu langkah nyata untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat di sana.

Untuk diketahui, pengembangan Kota Baru Sofifi termasuk dalam major project, amanat dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Ibu Kota Sofifi sebagai pusat kegiatan skala provinsi seharusnya berfungsi sebagai kawasan perkantoran, baik pemerintahan maupun non pemerintahan, kawasan komersil skala kota, dan kota jasa.

Selain itu, Ibu Kota Sofifi juga menjadi simpul transportasi regional dengan moda dan jaringan smart infrastructure yang terpadu, termasuk sebagai pintu masuk utama transportasi laut di Maluku Utara.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →