IICD Anugrahkan CG Award bagi Emiten Berkapitalisasi Besar dan Menengah
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Dengan menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat, Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) akhirnya mengadakan “The 12th IICD CG Award” yang dilaksanakan secara offline di Ballroom Financial Hall, Jakarta, Senin (31/05/2021).
Adapun standar protokol kesehatan yang diterapkan adalah membatasi kapasitas peserta yang hadir hingga hanya sebesar 25% dari kapasitas gedung, mendisinfektan ruangan dan peralatan sebelum acara dimulai, menyediakan rapid test antigen untuk seluruh crew, jurnalis, panitia serta seluruh tamu undangan yang hadir.
Di samping itu, para peserta ketika mengikuti jalannya acara juga diwajibkan menjaga jarak, memakai masker, dan menggunakan hand sanitizer yang disediakan panitia penyelenggara di beberapa tempat. Acara tersebut juga diawasi oleh Satgas Covid-19 demi Kesehatan dan Keselamatan panitia dan peserta.
Acara “The 12th IICD CG Conference and Award” ini baru kembali dilaksanakan pada tahun 2021 ini setelah ditunda pada tahun sebelumnya karena pandemi Covid-19. Sebelum pandemi, acara tersebut merupakan acara tahunan. Tahun ini, acara tersebut dilaksanakan dalam 2 (dua) bagian secara terpisah yaitu IICD CG Conference bertemakan “The 10th ACGS Implementation: Road to ESG in Indonesia” yang diselenggarakan secara online dan “The 12th IICD CG Award” yang dilaksanakan secara offline di Ballroom Financial Hall, Jakarta.
Tahun ini IICD kembali memberikan penghargaan kepada emiten-emiten yang telah mengimplementasikan praktek-praktek tata kelola perusahaan yang baik (GCG) pada tahun sebelumnya dan tidak terkait kasus serius yang bertentangan dengan prinsip-prinsip GCG pada acara “The 12th IICD Corporate Governance Awards”.
Pemberian apresiasi kepada para emiten dengan praktek CG terbaik (BigCap & MidCap) dibagi menjadi 10 kategori, yaitu: Best CG Overall, Best Financial Sector, Best Non-Financial Sector, Best SOE/BUMN, Best Right of Shareholders, Best Equitable Treatment of Shareholders, Best Role of Stakeholders, Best Disclosure & Transparency, Best Responsibility of the Boards, Most Improved, yang diumumkan pada puncak acara.
Terdapat dua kelompok yang dinilai, yaitu 100 emiten dengan market kapitalisasi terbesar (Big Cap) dan 100 emiten dengan market kapitalisasi menengah (MidCap). Adapun pengunaan metode penilaian berdasarkan Asean CG Scorecard baru yang mulai diterapkan pada 2011.
Penilaian ini dilakukan oleh 10 assessor IICD yang mumpuni. Hasil penilaian terhadap 200 emiten ini sudah dipaparkan sebelumnya oleh Dr. James Simanjuntak pada acara IICD CG Conference bertajuk “The 10th ACGS Implementation: Road to ESG in Indonesia” yang diselenggarakan, Kamis (27052021).
Ketua IICD, Sigit Pramono, mengungkapkan puncak acara IICD CG Award ditandai dengan pemberian penghargaan kepada 24 emiten terbaik yang berkapitalisasi tinggi, 24 emiten terbaik berkapitalisasi menengah, dan 50 emiten yang meraih predikat TOP 50 Perusahaan dengan praktek Tata Kelola Perusahaan Terbaik di Indonesia.
Dalam acara IICD CG Awards yang diselenggarakan secara offline tersebut, hadir pula Prof. Dr. Boediono yang menyampaikan closing remarks sebelum pengumuman Best Overall BigCap & MidCap.
Pada acara “The 12th IICD CG Award” tersebut, tiga emiten berkapitalisasi besar, yaitu PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) memperoleh penghargaan di kategori “The Best Overall”.
Tiga emiten berkapitalisasi pasar menengah, yaitu PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) dan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) juga memperoleh penghargaan di kategori “The Best Overall”.
Sementara itu, tiga emiten BUMN berkapitalisasi besar, yaitu PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) memperoleh penghargaan “The Best State Owned Enterprise”.
Adapun, PT PP Tbk (PTPP) dan PT Timah Tbk (TINS) memperoleh penghargaan “The Best State Owned Enterprise” untuk kategori emiten BUMN berkapitalisasi menengah. (Abraham Sihombing)