Ayah-Bunda Yuk Segera Siap-siap! Mendikbudristek Nadiem Makarim Sebut Sudah Saatnya Sekolah di Indonesia Belajar Tatap Muka

Oleh : Ridwan | Selasa, 01 Juni 2021 - 09:35 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengungkapkan, sudah saatnya sekolah-sekolah di Indonesia menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Hal tersebut mengacu pada tempat-tempat lain seperti pusat perbelanjaan dan perkantoran yang sudah dibuka kembali.

"Kenyataannya adalah mal, bioskop, dan semua tempat kerja sudah dibuka untuk tatap muka. Jadinya, sudah saatnya sekolah-sekolah kita melakukan tatap muka terbatas," kata Nadiem dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR (31/5/2021).

Nadiem melanjutkan, sekolah-sekolah sebenarnya sudah diizinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas sejak Januari 2021.

Hal itu terbukti dari sudah sekitar 20 persen sekolah yang menerapkan PTM terbatas sejak Januari lalu.

"Sekadar mengingatkan bahwa sejak bulan Januari semua sekolah dan daerah itu sudah diperkenankan kalau mereka siap laksanakan tatap muka terbatas. Bahkan sebelum vaksinasi pun sudah diperbolehkan," ujarnya.

Namun, Nadiem mengingatkan bahwa PTM terbatas tetap membutuhkan perizinan dari orangtua siswa.

Orangtua, kata dia, diberikan kebebasan untuk menentukan apakah anaknya dapat kembali ke sekolah atau tetap melanjutkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Hak orangtua yang belum yakin atau belum merasa anaknya bisa jaga protokol atau punya kecemasan lain. Jadi itu bebas orangtua bisa memilih apakah anaknya mau tatap muka, terbatas atau jarak jauh," terangnya.

Di sisi lain, Nadiem memaparkan bahwa hingga kini 28 persen pendidik di Indonesia sudah divaksinasi Covid-19.

Program vaksinasi, terang Nadiem, digunakan demi mendukung pembelajaran tatap muka terbatas.

Ia menilai, angka 28 persen tersebut sudah luar biasa mengingat situasi pasokan vaksin yang sedang terkendala di dunia.

"Angka yang menurut saya cukup luar biasa. Bahwa walaupun dengan situasi dunia dengan masalah pasokan vaksin yang sering terhambat. Dengan faktor-faktor di luar kontrol kita, kita masih berhasil vaksinasi 28 persen dari 5,6 juta pendidik dan tenaga pendidik di Indonesia dalam waktu lumayan singkat," ucap Nadiem.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →