Pelanggan Memaki-maki Kurir COD di Video Viral, Ini Penjelasan Bos ASPERINDO

Oleh : Kormen Barus | Kamis, 20 Mei 2021 - 10:10 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta –Kurir  atau  petugas  pengantar yang  mengemban  amanah paket  kiriman pelanggan  kerap  menjadi  sasaran keluhan pelanggan. Seperti video yang viral baru-baru ini dimana penerima paket yang menggunakan layanan COD (Cash On Delivery) memaki kurir lantaran barang yang dipesan secara online tidak sesuai.

COD sendiri bertujuan untuk mempermudah buyer yang tidak memiliki rekening bank maupun akses dompet digital, agar tetap  dapat bertransaksi secara  online karena pembayaran dilakukan  secara  langsung  dan  tunai setelah  barang  tiba.

Penggunaannya merupakan  kesepakatan  antara seller dan buyer, sehingga jasa  kurir  hanya  bertugas  melakukan pengantaran serta menerima pembayaran dari buyer untuk kemudian uangnya diserahkan kepada seller melalui sistem.

Menanggapi  perlakuan  terhadap  kurir  yang  videonya  viral  tersebut,  ASPERINDO menyampaikan  bahwa hal ini menjadi semacam paradoks dengan banyaknya gambaran tentang kemudahan, kemeriahan, kepraktisan maupun keringanan dalam dunia  belanja  melalui  online.

Tidak  semestinya  keluhan  disampaikan  dengan  amarah berlebihan,  apalagi mencaci maki petugas pengantar paket. “Seperti  disampaikan  juga  oleh lembaga   yang   berkaitan   dengan   perlindungan konsumen,   bahwa keluhan   yang disampaikan dengan makian menggunakan kata-kata yang tidak pantas, tidak dibenarkan. Penyampaian keluhan dengan amarah yang berlebihan apalagi dengan cacian serta makian, tentu menimbulkan masalah baru dan bukan mencapai solusi terbaik”,jelas Ketua Umum ASPERINDO, M. Feriadi.

Langkah –langkah mitigasiterkait dengan resiko seperti halnya dari kasus viral kali ini terus dilakukan dan dikembangkan.

 “Dengan teknologi saat ini setiap proses dalam pengantaran paket dapat termonitor, termasuk ketika kurir berinteraksi dengan  pelanggan,  sehingga penanggungjawabnya  jelas. Tujuannya dalam  rangka  terciptanyaaktifitas  jual-beli  dalamekosisteme-commerce yang setiap prosesnya dapat dipertanggungjawabkan bersama”, lanjut Feriadi.

Memahami  beragam  resiko  yang  dapat  terjadi,  perusahaan  jasa  pengiriman  pun  menjalankan  berbagai  langkah. Oleh karena  itu  setiap  perusahaan  jasa  pengiriman  ekspres  selaku  penyelenggara  posselalu menyiapkan  kondisi  fisik  danmental para kurir agar berhasil dalam menjalankan tugasnya.

Begitu juga informasi mengenai detil produk-produk layananyang merupakanbentuk edukasi kepada customer.“Selain menggunakan berbagaimedia komunikasi, di seluruh jaringan penjualan jasa kiriman tersediainformasi kepada pengirim tentang  produk  layananyang  dapat  digunakan,  seperti  petunjuk  tentang  penggunaan,  kecepatan,  keselamatan  dan ketepatan penyampaian barang serta yang lainnya”, tambah Feriadi.

Feriadi  pun  menjelaskan bahwa pembinaan  dan  pelatihan terus  dijalankan agar  kurir  dapat  menjalankan tugas  dengan baik, ramah sertaprofesional dalam kondisi apapun yang dihadapi di lapangan.

“Tentu saja pada kesempatan ini, kami juga mohon maaf apabila masih ditemukan perilaku kurir kami yang tidak sesuai atau merugikan pelanggan”, tuturnya.

“Mari  kita  menikmati  perkembangan e-commerceini dengan  sehat  dan  menyenangkan.  Sampaikan  keluhansecara proporsionalmelalui berbagai saluran komunikasi yang disediakanagar solusi dapat diraih. Kami juga menghimbau agar masyarakatkonsumen  berhati-hati  banyaknya  kasus  penipuan  dan  potensi  pelanggaran  dalam bertransaksisecara online”, tutup Feriadi.