Nippon Indosari Corpindo Bagikan Dividen Rp69,48 Miliar

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 16 Mei 2017 - 18:14 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), produsen roti siap saji bermerek Sari Roti, akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2016 bernilai total Rp69,48 miliar (Rp13,73 per saham) pada Juni 2017.

“Total dividen yang kami bagikan kepada pemegang saham mencapai 25% dari laba bersih 2016 perseroan yang bernilai total Rp280 miliar,” ujar Stephen Orlando, Public Relation ROTI, kepada wartawan dalam konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Hotel Mulia, Jakarta Selatan, Selasa (16/05/2017).

Stephen mengemukakan, pemegang saham dalam RUPST perseroan telah menyetujui pembagian dividen tersebut. Setelah dibagikan sebagai dividen, maka laba bersih ROTI akan dibukukan sebagai laba ditahan (retained profit) yang akan digunakan untuk membiayai ekspansi usaha perseroan.

Untuk mendukung kelanjutan usaha perseroan kedepan, demikian Stephen, manajemen perseroan mengalokasikan belanja barang modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp498 miliar untuk 2017.

“Dana capex tersebut berasal dari dana kas internal perseroan dan penggunaannya akan berbeda porsinya untuk membiayai bisnis di Indonesia dan Filipina,” tutur Stephen.

Stephen menuturkan, sebesar Rp398 miliar dari dana capex tersebut akan digunakan untuk membiayai ekspansi usaha di Indonesia dan sisanya Rp100 miliar untuk pengembangan bisnis di Filipina.

Pada 2016, perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp2,52 triliun atau naik 16% dibandingkan realisasi pada 2015. Dari total penjualan tersebut, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp280 miliar. (Abraham Sihombing)

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →