Jago Lobi-lobi Investor, Pengusaha Pribumi Sebut Bahlil Lahadalia Paling Mumpuni Isi Pos Menteri Investasi
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Bahlil Lahadalia menjadi Menteri Investasi merangkap Kepala BKPM RI dan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi.
Bagi dunia usaha pelantikan Menteri Investasi Bahlil Lahadlia sangat mumpuni dan sangat tepat mengingat selama menjadi Kepala BKPM beliau memiliki kinerja yang sangat bagus dan positif.
Indikatornya ditengah tekanan ekonomi akibat pandemi covid-19, target invetasi tahun 2020 mampu melampaui target dari Rp 817,2 triliun menjadi Rp 826,3 triliun, kemudian banyak investasi yang mangkrak di daerah sekarang sudah berjalan.
"Pak Bahlil juga sangat aktif meloby investor-investor besar untuk masuk ke Indonesia termasuk berbagai Peraturan Pemerintah dan Peraturan Presiden turunan dari UU Cipta Kerja yang juga sudah rampung," kata Ketua Umum Himpunan Pengusaha Prubumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang melalui keterangan resminya di Jakarta, Kamis (29/4/2021).
Menurut Sarman, dengan adanya Kementerian Investasi dunia usaha sangat menaruh harapan besar terhadap institusi baru ini, secara khususnya dari sisi kelancaran dan kepastian perizinan yang cepat, tepat dan akurat berbasis digital sebagaimana diharapkan dalam UU No.11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
"Dengan perizinan yang pasti dari pusat sampai ke daerah akan mampu menarik investor masuk ke Indonesia," jelasnya.
"Pengusaha dan calon investor harus dapat merasakan kehadiran Kementerian Investasi ini yang mampu menjawab kendala dan kegalauan pelaku usaha selama ini dan menaikkan daya saing kita ketika pelayanan berbagai perizinan sudah mengalami perubahan yang mendasar," tambah Sarman yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta.
Ia pun optimis dengan pengalaman selama 1,5 tahun memimpin BKPM, Bahlil Lahadalia mampu menyelesaikan target investasi tahun 2021 yang dipator sebesar Rp 900 triliun.
"Ditengah status ekonomi kita masih resesi dengan pertumbuhan ekonomi yang minus, investasi ini menjadi salah satu tumpuan kita dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi kita menuju positif dan mampu menyediakan lapangan pekerjaan," papar Sarman.
"Pertumbuhan ekonomi tahun 2021 yang ditargetkan dikisaran 5% - 6%, ada kemungkinan bisa terwujud jika target investasi tercapai, konsumsi rumah tangga semakin stabil, ekspor mengalami kenaikan dan angka penyebaran covid 19 semakin terkendali dan menurun sehingga berbagai kebijakan pembatasan diperlonggar untuk menggairahkan aktivitas berbagai sektor usaha," tutup Sarman.