Fund Manager Dikabarkan Tengah Berburu BEKS

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 15 Mei 2017 - 09:11 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Para fund manager saat ini dikabarkan sedang berburu saham PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) untuk diakumulasi. Pasalnya, bank milik Pemda Banten tersebut dalam waktu dekan ini akan mendapatkan suntikan dana yang berasal dari penerbitan saham baru.

Bahkan seorang pelaku pasar yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, harga BEKS dapat mencapai Rp100 per unit karena proyeksi kinerja bank tersebut pada tahun ini bakal membaik.

“Disamping itu, bank tersebut juga akan melakukan ekspansi kredit, membuka cabang baru di berbagai kota besar di Indonesia dan masuknya manajemen baru. Ketiga faktor tersebut akan menjadi sentimen positif bagi kenaikan harga BEKS kedepan,” tutur pelaku pasar tersebut, Senin (15/05/2017)

Sementara itu menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga BEKS sepanjang periode 2-12 Mei 2017 bergerak di kisaran Rp50-54 per unit. Harga BEKS dari 2 Mei 2017 hingga 10 Mei 2017 relatif stabil dengan penurunan sekitar Rp1 per unit.

Baru pada 12 Mei 2017, harga BEKS mulai menunjukkan adanya kenaikan Rp2 menjadi Rp52 per unit. Kenaikan harga ini juga diikuti oleh kenaikan volume perdagangan sebanyak 165,04 juta unit saham.

Menurut data tersebut, volume perdagangan tertinggi BEKS terjadi pada 10 Mei 2017, yaitu sebanyak 220,88 juta unit, ketika harga BEKS turun Rp1 menjadi Rp50 per unit. Di saat bersamaan, investor asing melakukan aksi jual BEKS sebanyak 1,02 juta unit. Sementara itu, volume perdagangan BEKS terendah terjadi pada 8 Mei 2017, yaitu sebanyak 39,86 juta unit. Ketika itu harga BEKS ditransaksikan stabil sebesar Rp52 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →