Moeldoko Geleng-geleng Heran Peradaban Indonesia Mundur: Gimana Ceritanya Ini?

Oleh : Candra Mata | Selasa, 20 April 2021 - 20:31 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Dalam kunjungan kerja ke Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko berharap agar UIII mampu menjadi pusat kemajuan bagi peradaban masyarakat Indonesia. 

Pasalnya, saat ini dirinya mengaku heran dengan peradaban masyarakat Indonesia yang mengalami kemunduran.

"Saya berharap, kampus ini (UIII-red) dapat menjadi pusat kajian peradaban masyarakat Indonesia. Bangsa ini dulu peradabannya begitu tinggi. Kok sekarang seperti mundur, gimana ceritanya?," ucap Moeldoko di Kampus UIII Depok, Selasa (20/4/2021).

Dikatakannya lebih lanjut, kondisi hari ini bangsa Indonesia berbeda jauh.

Dulu menurutnya Indonesia pernah memiliki peradaban yang sangat tinggi, hingga melahirkan warisan budaya seperti Candi Borobudur, keris hingga wayang kulit.

Dalam paparannya di Kampus UIII tersebut, Moeldoko bahkan menyebut kemunduran dimaksud kuga datang dari kelompok-kelompok yang selalu merongrong kehidupan berbangsa dewasa ini.

"Aneh kita sekarang ini menghadapi sebuah rong-rongan. Dikit-dikit wah ini tidak sesuai dengan ajaran. Dikit-dikit ini tidak sesuai dengan ajaran. Ini apa-apaan ini," paparnya.

Untuk itu, Ia sangat berharap kepada UIII agar dapat mengembalikan peradaban Indonesia dengan cara bergaul dengan dunia luar.

"Kampus ini sebagai sebuah kajian, tempat kajian masyarakat ilmiah yang terkoneksi luar biasa yang bisa mengkoneksikan Islam dengan dunia luar," pungkasnya.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →