Polri Dituduh Kasus Terorisme Hanya Rekayasa, Lemkapi: Ngawur!

Oleh : kormen barus | Rabu, 07 April 2021 - 10:04 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY co.id, Jakarta - Sekelompok orang menganggap kasus terorisme bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dan penyerangan di Mabes Polri ekspresi merupakan hasil rekayasa.

Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) mengecam tuduhan tersebut. Pihaknya menyebut sebagai pemikiran yang ngawur.

"Kami melihat tuduhan adanya dan keterlaluan. Itu pemikiran yang ngawur. Mana mungkin teror bisa direkayasa," terang Direktur Eksekutif Lemkapi Dr. Edi Hasibuan, Selasa (6/4/2021), seperti mengutip Tribratanews.polri.go.id.

Edi meminta masyarakat untuk tidak menyampaikan informasi yang menyesatkan karena dapat mengakses masyarakat.

"Semua bukti sangat jelas. Korbannya juga sangat jelas. Peristiwanya juga sangat jelas. Mana mungkin polisi bisa merekayasa," terang mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ini.  

Pihaknya mengajak masyarakat agar menyamakan pandangan bahwa terorisme adalah musuh negara dan masyarakat.

"Jangan biarkan kita teror terus bermunculan dan ketakutan di masyarakat. Kami ajak semua masyarakat melawan teror demi keamanan negeri kita" jelas pakar hukum kepolisian dari Universitas Bhayangkara Jakarta ini.  

Selain itu, Pihaknya juga menilai Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri dan seluruh jajaran Polri telah bekerja keras melakukan penegakan hukum dalam aksi teror.  

"Mari kita dukung dedikasi dan loyalitas Polri yang siang malam bekerja demi melindungi masyarakat dari ancaman teror," tambahnya.

Kormen Barus

Pimpinan Redaksi

Kormen Barus adalah seorang jurnalis dan editor senior yang saat ini dikenal sebagai Pimpinan Redaksi di media portal berita nasional ⁠Industry.co.id. Ia juga memiliki rekam jejak sebagai jurnalis untuk portal Infomoneter dan Redaktur Pelaksana di Majalah Business Review. Selain aktif di dunia jurnalistik, ia adalah penulis yang telah menerbitkan karya di bidang lingkungan, seperti buku yang berjudul "Desa Mandiri Menuju Langit Biru di Bumi Khatulistiwa

Lihat semua artikel →