Bursa Cermati Kenaikan Harga Saham Wicaksana Overseas

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 12 Mei 2017 - 13:37 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mencermati kenaikan harga saham PT Wicaksana Overseas International Tbk (WICO) karena hal terseabut terjadi di luar kebiasaan pasar (Unusual Market Activity/UMA).

Menurut keterbukaan informasi di BEI, Rabu (10/05/2017), informasi terakhir yang dipublikasikan perseroan, yakni pada 9 Mei 2017 dan berisi tentang penyampaian bukti iklan pemberitahuan RUPS.

Menurut data BEI, harga WICO dalam 5 hari perdagangan berturut-turut telah melesat sekitar 95% menjadi Rp290 per unit pada 10 Mei 2017 dibandingkan harga WICO di penutupan perdagangan pada 4 Mei 2017 sebesar Rp149 per unit.

Sementara itu, total volume transaksi selama lima hari tersebut mencapai 36,5 juta unit saham. Volume transaksi tertinggi terjadi pada 9 Mei 2017, yaitu sebanyak 14,26 juta unit. Bahkan di hari yang sama, investor asing juga melakukan transaksi sebanyak 10.000 unit saham WICO.

Karena itu, BEI menghimbau agar investor memperhatikan jawaban perseroan atas permintaan bursa agar perseroan memberikan konfirmasi kepada publik serta mencermati kinerja dan keterbukaan informasi perseroan.

Investor juga diharapkan dapat mengkaji kembali rencana tindakan korporasi yang akan dilakukan perseroan jika rencana tersebut masih belum memperoleh persetujuan dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

WICO adalah emiten BEI yang bisnisnya bergerak di bidang perdagangan, yaitu ekspor dan impor, baik untuk perdagangan sendiri maupun secara komisi, pembangunan, industri, perbengkelan, pengangkutan, pertanian dan percetakan.

Kegiatan utama WICO adalah bergerak di bidang perdagangan besar dengan jenis produk, antara lain: makanan, minuman, susu bubuk, mie instan, perawatan diri, kosmetik, obat-obatan, perawatan rumah tangga, minyak goreng dan lain-lainnya.

Sekitar 78,10% saham WICO dikuasai oleh Assetia Capital Management Ltd, sekitar 8,49% saham dipegang oleh PT Wira Saksama dan sisanya sekitar 12,41% dimiliki oleh investor publik. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →