Ini 6 Tips Bijak Gunakan PayLater Agar Tak Jadi Utang Melilit

Oleh : Hariyanto | Selasa, 23 Maret 2021 - 13:55 WIB · 4 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Siapa bilang punya utang itu selalu menjadi beban bagi keuangan? Faktanya, tak sedikit orang yang malah memiliki kondisi keuangan yang lebih stabil dan terkontrol saat mengajukan utang untuk memenuhi kebutuhannya.

Salah satunya adalah dengan memanfaatkan layanan pinjaman uang langsung cair  dalam bentuk PayLater saat berbelanja kebutuhan sehari-hari. 

PayLater merupakan terobosan produk keuangan berbasis digital yang memiliki cara kerja menyerupai kartu kredit. Produk ink digadang-gadang mampu menjadi solusi bagi masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan dan membayar transaksinya di lain waktu secara mencicil.

Dengan syarat pengajuan yang mudah dan tanpa jaminan, produk keuangan digital ini selalu siap menjadi jalan keluar dari masalah keuangan yang muncul secara tiba-tiba.  Namun, perlu diingat jika layanan ini bukanlah sebuah sarana untuk mendapatkan uang tambahan secara kilat dan mudah. Tetap pahami jika layanan ini termasuk sebagai salah satu bentuk utang yang nantinya perlu dilunasi tagihannya. Nah, agar tak kebablasan, 6 tips bijak berikut ini perlu untuk Anda praktikkan.  1. Tetap Gunakan Sesuai Kemampuan Finansial Pemakaian PayLater sesuai dengan kemampuan keuangan sangat penting dilakukan oleh setiap penggunanya. Terutama untuk Anda yang menggunakannya sebagai cara mengembangkan usaha atau modal awal suatu bisnis. Sebelum memutuskan untuk mengajukannya, tetapkan dulu budget atau anggaran maksimal dari pemakaian layanan tersebut. Jangan sampai karena tak memasang limit PayLater, Anda menjadi kebablasan saat berbelanja hingga beban cicilannya terlampau tinggi.  Perlu diingat jika alokasi keuangan bukan hanya berbelanja kebutuhan pokok saja. Anda juga harus menyiapkan tabungan, dana darurat, hingga dana untuk membayar segala cicilan yang dimiliki. Dengan begitu, kondisi keuangan Anda baru bisa dikatakan sehat dan stabil.  2. Pahami PayLater Sebagai Utang yang Wajib Dilunasi Tak ada embel-embel pinjaman, kredit, atau utang pada namanya membuat tak sedikit orang yang keliru dan menganggap bahwa PayLater adalah uang kilat yang bisa didapatkan sewaktu-waktu. Memang, PayLater diluncurkan agar daya beli masyarakat meningkat dan memudahkan setiap transaksi yang dilakukan. Namun, di akhir bulan, Anda tetap harus melunasi segala tagihan dari transaksi belanja yang diselesaikan dengan produk keuangan digital tersebut. Singkatnya, PayLater ini tetaplah sebuah produk pinjaman resmi yang harus dilunasi tagihannya di akhir bulan. Jika tidak, tentu ada sejumlah sanksi yang harus siap Anda terima, seperti, membayar denda keterlambatan, bunga semakin melambung, serta skor kredit yang memburuk.  3. Rutin Cek Limit PayLater yang Sudah Terpakai Cara selanjutnya agar pemakaian PayLater tetap berimbas positif bagi keuangan adalah dengan mengontrol limit yang sudah terpakai secara berkala. Tujuannya agar Anda dapat mengetahui seberapa besar pengeluaran dan total cicilan dari pemakaian layanan keuangan modern tersebut.  Usahakan untuk tak memakainya hingga mendekati puncak limit yang diterima. Sebagai contoh, jika limit saat ini adalah 10 juta, maka pemakaian ideal PayLater tak lebih dari 7 juta atau 70 persennya. Dengan begitu, kondisi keuangan akan tetap terjaga dan terhindar dari risiko masalah finansial yang mengancam. 4. Bayar Tagihan Tepat Waktu agar Cashflow Tetap Terjaga Selayaknya produk pinjaman lainnya, selalu bayar tagihan PayLater hingga lunas. Meski menawarkan fasilitas pembayaran minimal sebesar 10 persen dari total tagihan, tetap usahakan untuk melunasinya sesuai kemampuan finansial agar terhindar dari beban bunga yang terlalu berat. Jika selalu membayar cicilan PayLater di ambang batas pembayaran minimalnya tersebut, beban bunga yang diberikan akan membuat tagihan membengkak. Dalam jangka panjang, hal ini akan mampu mencederai arus keuangan Anda.  5. Jangan Gunakan PayLater untuk Kebutuhan Tak Penting Salah satu daya tarik utama mengapa peminat PayLater semakin banyak adalah potensi promo yang menggiurkan. Menyelesaikan transaksi belanja menggunakan produk keuangan ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan potongan harga atau cashback yang sebenarnya bagus bagi keuangan. Namun, yang menjadi masalah adalah saat ketersediaan promo ini malah membuat Anda menjadi boros dan banyak berbelanja kebutuhan tak penting. Jika dibiarkan, sudah pasti keuangan akan semakin terjerumus dengan cicilan yang semakin melonjak.  6. Jaga Baik-Baik Privasi dan Keamanan Akun Sudah sepatutnya bagi Anda untuk menjaga privasi, informasi pribadi, dan keamanan dari seluruh akun keuangan berbasis digital, tak terkecuali PayLater. Sebab, jika sampai ada pihak lain yang mampu mengakses akun Anda, risiko disalahgunakan menjadi sangat besar terjadi.  Tahu-tahu Anda mendapatkan notifikasi transaksi atau tagihan yang tak pernah dilakukan. Jika hal tersebut sampai terjadi, jangan tunda lagi untuk melaporkannya kepada pihak penyedia layanan PayLater agar langkah pengamanan bisa segera ditindak. Tak Lagi Khawatir Menggunakan PayLater Asal Dimanfaatkan dengan Bijak Ancaman dari layanan keuangan digital seperti PayLater ini sebagian besar muncul dari pemakaian dan kebiasaan yang salah dari penggunanya. Jika digunakan dengan bijak dan mempertimbangkan kondisi keuangan, sudah pasti PayLater mampu memberikan segudang manfaat bagi Anda.  Sebaliknya, jika tak waspada dan menggunakannya secara asal-asalan, PayLater dapat menjadi akar dari beban cicilan yang mencekik. Nah, agar hal tersebut tak sampai terjadi, pastikan untuk mempraktekkan 6 tips di atas, ya!
Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →